Bone Bolango – Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati II mendapat pelatihan pemanfaatan limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Berbasis Pemanfaatan Limbah Kotoran Hewan sebagai Pupuk Organik untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 16 Juli 2026 di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango.
Kegiatan PKM yang diketuai oleh Silvana Apriliani, S.P., M.Si. ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Melati II dalam mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai proses pembuatan pupuk organik yang dapat diterapkan secara mandiri untuk mendukung produktivitas pertanian.
Ketua PKM, Silvana Apriliani, S.P., M.Si., mengatakan bahwa pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik merupakan solusi yang tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membantu petani memperoleh pupuk dengan biaya yang lebih murah.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin mendorong Kelompok Wanita Tani Melati II agar mampu mengolah limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan, tetapi juga menjadi solusi penyediaan pupuk organik yang lebih murah, mudah diproduksi secara mandiri, dan mampu memperbaiki kesuburan tanah. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan menjadi usaha produktif yang mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KWT Melati II, Rosmin Bombay, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi para anggota kelompok dalam memanfaatkan limbah kotoran ayam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan pelatihan ini. Selama ini kotoran ayam belum dimanfaatkan secara optimal, padahal ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman. Kami berharap seluruh anggota KWT Melati II dapat memproduksi pupuk organik sendiri sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan bahkan menjadi peluang usaha bagi kelompok,” ungkap Rosmin Bombay.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan anggota KWT Melati II mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta membuka peluang usaha berbasis pupuk organik yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.







