GOPOS.ID, GORONTALO– Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil sukses menyelenggarakan Bridge Design Competition (BDC) 2026, sebuah kompetisi desain jembatan tingkat nasional yang mencapai puncak pelaksanaan pada 12–13 Juni 2026 di Halaman Universitas Bina Taruna Gorontalo. Kompetisi ini diikuti oleh 33 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berkompetisi menampilkan rancangan jembatan terbaik melalui pendekatan inovatif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan infrastruktur masa depan.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan kompetisi berskala nasional ini merupakan wujud komitmen UNBITA dalam menciptakan ruang akademik yang mampu mendorong kreativitas, inovasi, dan daya saing mahasiswa di bidang keteknikan.
“Bridge Design Competition 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan wadah pengembangan kompetensi yang mempertemukan ide, inovasi, dan semangat kolaborasi mahasiswa teknik sipil dari berbagai daerah di Indonesia. Kami ingin UNBITA menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan konstruktif untuk pembangunan bangsa,” ujar Dr. Ellys Rachman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi ini dirancang tidak hanya untuk menguji kemampuan teknis peserta, tetapi juga membangun budaya akademik yang mendorong lahirnya solusi rekayasa yang adaptif terhadap tantangan pembangunan infrastruktur modern.
Ketua Program Studi Teknik Sipil UNBITA, Adawiyah Suma, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Bridge Design Competition 2026 mengedepankan aspek inovasi, kekuatan struktur, efisiensi desain, serta kemampuan peserta dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip teknik sipil ke dalam rancangan yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Kompetisi ini dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam menerjemahkan teori keteknikan menjadi sebuah desain yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini,” jelas Adawiyah Suma.
Sebagai kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi, BDC 2026 menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang memperkaya wawasan akademik mahasiswa. Melalui proses presentasi, pengujian desain, dan evaluasi teknis, peserta memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan analitis sekaligus mengembangkan keterampilan profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dr. Ellys Rachman menilai bahwa kemampuan merancang infrastruktur yang berkualitas merupakan kompetensi strategis yang harus dimiliki oleh mahasiswa teknik sipil sebagai calon tenaga profesional masa depan.
“Pembangunan infrastruktur membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, kompetisi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kualitas lulusan,” tegasnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Adawiyah Suma menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kapasitas akademik Program Studi Teknik Sipil UNBITA kepada masyarakat luas sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan eksposur mahasiswa terhadap perkembangan ilmu dan teknologi konstruksi yang terus berkembang,” ungkapnya.
Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa isu inovasi infrastruktur masih menjadi perhatian penting di kalangan mahasiswa teknik sipil. Berbagai desain yang ditampilkan dalam kompetisi ini memperlihatkan kemampuan peserta dalam mengintegrasikan aspek keselamatan, efisiensi material, estetika, hingga keberlanjutan lingkungan ke dalam rancangan jembatan yang mereka ajukan.
Menurut Dr. Ellys Rachman, keberhasilan penyelenggaraan Bridge Design Competition 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi apabila diberikan ruang yang tepat untuk berekspresi dan berkompetisi.
“Mahasiswa adalah aset strategis bangsa. Ketika kreativitas dan kompetensinya difasilitasi dengan baik, mereka mampu menghasilkan inovasi yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Adawiyah Suma menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan juri, panitia, serta berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Keberhasilan kompetisi ini merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Kami berharap BDC dapat terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang konsisten melahirkan inovator-inovator muda di bidang teknik sipil,” ujarnya. (Rama/Gopos)








