GOPOS.ID, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo melaksanakan sidak 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa titik, Senin pagi (4-5-2026). Berdasarkan hasil sidak terdapat sejumlah catatan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.
Pelaksanaan sidak dilakukan di sejumlah titik SPPG dengan rincian SPPG Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo (Yayasan Hamzah Isa Center).
Dalam pelaksanaan sidak di SPPG pertama ini ditemukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak sesuai standard dan masih tersumbat air. Selain itu, air pembuangan limbah masih berbau akibat sisa pembuangan yang kurang maksimal. SPPG ini sudah berjalan 3 bulan lamanya dengan Total keseluruhan pemdistribusian makanan MBG berjumlah 2.312 orang dengan 9 sekolah, 1 kelurahan termasuk 3B (Bumil, Busui, Balita)
SPPG kedua yakni di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo (Yayasan Cita Anak Hulodalo). Dalam sidak kali ini Pemkot belum menemukan catatan dan temuan. Untuk diketahui SPPG ini sudah berjalan 1 bulan dengan total penyaluran 927 orang 8 skolah dan 1 kelurahan 3B (Bumil, Busui, Balita)Â
SPPG Kelurahan Biawu Kota Selatan Kota Gorontalo diberikan sejumlah teguran yakni Mlmenggunakan Bumbu sachet atau bahan jadi tanpa dibuat secara alami. Nasi yang dituangkan ke dalam ompreng masih dalam keadaan panas untuk diketahui SPPG ininbaru berjalan 2 minggu dengan total penyaluran 1125 orang namun karena minggu ini terdapat beberapa sekolah yang diliburkan hanya menyasar 680 siswa dengan 6 Skolah dan 1 Kelurahan termasuk 3B (Bumil, Busui, Balita).Â
Wakil Walikota Gorontalo, Indra Gobel, mendampingi Ketua Satgas MBG Kota Gorontalo, Ismail Madjid, dalam hal ini melakukan sidak dengan tujuan memastikan kelancaran dan pengawasan program MBG di kota.Â
“Kekurangan ya dan ada temuan,” tegasnya diwawancarai usai pelaksanaan sidak.
Salah satu yang menjadi perhatian Pemkot yakni salah satu SPPG IPALnya bermasalah dan tidak sesuai standar.
“Nah itu yang akan didiskusikan nanti akan diputuskan di tim satgas,” ujarnya menerangkan.
Ditempat yang sama, Ketua Satgas MBG Kota Gorontalo Ismail Madjid menyampaikan terkait dengan temuan yang ada pihaknya sejauh ini akan melakukan pembahasan terlebih dahulu oleh tim satgas.
“Memang sejauh ini sudah bagus namun memang ada beberapa kekurangan,” tambahnya.
Koordinator Wilayah MBG Kota Gorontalo, Indah Febriani Ali menyampaikan terkait dengan temuan oleh pemerintah yakni IPAL pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke pusat dan kemungkinan SPPG tersebut akan di suspend (dihentikan sementara).
“Dihentikan sementara untuk memperbaiki dapurnya,” ujar Indah diwawancarai.

Kata dia, IPAL yang terdapat pada 1 SPPG tersebut masih belum memenuhi syarat yakni air limbahnya keluar namun belum sesuai standar.
“Paling utama tidak berbau tidak berwarna dan jernih,” tegas dia. (Putra/Gopos)








