GOPOS.ID, JEMBER – Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, menyampaikan bahwa penerapan antrean online efektif memangkas waktu tunggu poliklinik di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Dalam kunjungannya, ia melihat langsung proses pelayanan yang lebih efisien, di mana pergerakan pasien dari registrasi hingga bertemu dokter berlangsung lebih lancar dan terorganisir.
“Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta kini tidak perlu datang lebih awal hanya untuk mengantre. Cukup mengambil nomor secara online dan hadir sesuai jadwal. Ini memberikan kepastian layanan sekaligus mengurangi kepadatan di area pendaftaran rumah sakit,” ujar Edwin dalam kunjungan kerjanya ke RS Citra Husada Jember, Kamis (19/2/2026).
Edwin menjelaskan, sebelum implementasi antrean online, pasien rela datang sejak dini hari demi memastikan mendapat nomor layanan dan tetap harus melalui proses tunggu yang panjang di rumah sakit. Ia menegaskan, pemandangan antrean mengular tersebut kini tidak lagi terjadi berkat sistem digital yang lebih tertata.
“Rata-rata waktu tunggu poli di RS Citra Husada kini sekitar 30 menit, terhitung sejak peserta check-in sampai dilayani dokter. Ini perubahan signifikan. Dulu pasien harus menunggu berjam-jam, sekarang kurang dari satu jam sudah bisa mendapatkan pelayanan medis,” terang Edwin.
Edwin menyampaikan bahwa kepastian nomor antrean sebelum kedatangan membuat arus layanan di rumah sakit menjadi lebih tertata. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan peserta guna memastikan sistem berjalan efektif.
Atas capaian tersebut, RS Citra Husada Jember menerima penghargaan bintang tiga atas keberhasilan penerapan antrean online dan integrasi berbagai sistem layanan digital.
“Antrean online bukan hanya memangkas waktu tunggu, tetapi juga memberi kepastian layanan. Harapannya, peserta dapat dilayani dengan cepat tanpa harus menghabiskan waktu berlama-lama di fasilitas kesehatan, sehingga waktu yang ada tetap bisa digunakan untuk aktivitas produktif,” tegas Edwin.
Kifta Aria Dewi (36), peserta JKN, merasakan langsung kemudahan fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, proses pendaftaran menjadi lebih praktis, terutama saat ia harus menjalani kontrol rutin maupun ketika mendapatkan rujukan dari dokter pada kunjungan sebelumnya.
“Kemudahan ini tentu bukan hanya saya yang merasakan, tetapi juga peserta JKN lainnya yang menggunakan Mobile JKN. Aplikasi ini tidak hanya menyediakan antrean online, tetapi juga berbagai layanan yang sangat membantu,” sebut Kifta.
Kifta menilai penggunaan Aplikasi Mobile JKN memberikan banyak keuntungan dan mempermudah akses layanan kesehatan. Ia percaya, manfaat tersebut juga dirasakan peserta JKN lainnya. Tak hanya antrean online, aplikasi ini menghadirkan beragam fitur yang mendukung kebutuhan administrasi dan pelayanan peserta secara lebih praktis.
“Ternyata prosesnya mudah dan tidak ribet. Kami juga tidak terlalu lelah saat menunggu giliran diperiksa, tidak merasa bosan, dan setelah selesai bisa lebih cepat pulang,” pungkasnya.(zen)








