GOPOS.ID, JEMBER – Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait menjadi panggung penegasan arah pembangunan di Kabupaten Jember.
Forum tersebut menyoroti dinamika politik setahun terakhir, namun pemerintah daerah menegaskan pelayanan publik harus tetap stabil tanpa terganggu perubahan situasi.
“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan sejak awal memilih fokus bekerja daripada merespons polemik politik. Stabilitas birokrasi dinilai kunci keberlanjutan layanan masyarakat.
Tahun 2025 disebut sebagai masa adaptasi sekaligus konsolidasi pemerintahan. Seluruh pimpinan OPD diberi ruang menunjukkan kinerja tanpa perombakan besar.
“Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” tegasnya.
Pemerintah kini mengarahkan percepatan investasi, pembenahan tata ruang, serta penguatan layanan publik di berbagai wilayah. Reaktivasi Bandara Jember dipandang strategis menarik investor.
Sinergi dengan DPRD Kabupaten Jember dan seluruh elemen politik disebut penting. Perbedaan pandangan dipandang sebagai kontrol demokrasi demi kesejahteraan masyarakat.
“Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata,” katanya.
Momentum satu tahun ini bukan sekadar evaluasi, melainkan penanda dimulainya percepatan pembangunan menuju kemandirian fiskal serta daya saing daerah yang lebih kuat.(Kur)








