GOPOS.ID, GORONTALO — Kesetaraan gender di Provinsi Gorontalo menunjukkan kemajuan berarti. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2024 sebesar 0,365, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional 0,421. Capaian ini menempatkan Gorontalo di peringkat kedelapan nasional sebagai provinsi dengan ketimpangan gender terendah.
“Semakin kecil nilai IKG, semakin baik tingkat kesetaraan gender yang tercapai,” ujar Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, dalam rilis resmi Laporan Statistik, Senin (3/11/2025).
Menurut dia, nilai yang rendah menunjukkan semakin kecilnya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam aspek kesehatan, pemberdayaan, dan partisipasi ekonomi.
Tren Positif Enam Tahun Terakhir
Selama enam tahun terakhir, IKG Gorontalo terus menurun secara konsisten. Sejak 2018, indeks ini turun sebesar 0,018 poin per tahun, atau secara kumulatif mencapai 0,107 poin hingga 2024. “Tren ini menandakan kesetaraan gender di Gorontalo semakin baik dan relatif stabil,” kata Dwi Alwi.
Perbaikan paling signifikan terjadi pada dimensi kesehatan reproduksi, yang menjadi faktor utama penurunan IKG 2024. Dua indikator penyusunnya—proporsi perempuan melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) dan proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan pertama kali di bawah usia 20 tahun (MHPK20)—menunjukkan perbaikan nyata dibanding tahun sebelumnya.
Dwil Alwi menyampaikan, pada tingkat kabupaten/kota, penurunan IKG terjadi hampir di seluruh wilayah. Kabupaten Gorontalo Utara mencatat ketimpangan gender terendah dan menjadi daerah dengan penurunan tercepat, yakni 14,9 persen dibanding tahun sebelumnya atau 28,5 persen dalam periode 2018–2024.
Kemajuan juga tampak di Kabupaten Gorontalo, yang mencatat penurunan tajam dari 0,480 (2018) menjadi 0,242 (2024). Dua wilayah lain, Boalemo dan Kota Gorontalo, masing-masing mencatat IKG 0,319 dan 0,359. Namun, Kabupaten Bone Bolango (0,417) dan Kabupaten Pohuwato (0,481) masih memiliki tingkat ketimpangan lebih tinggi.
“Ini menjadi sinyal perlunya penguatan kebijakan kesetaraan gender di wilayah tersebut,” ujar Dwi Alwi.
Cermin Kualitas Pembangunan
Dalam konteks nasional, posisi Gorontalo terbilang baik, meski masih di bawah beberapa provinsi dengan capaian tertinggi, seperti DKI Jakarta (0,147), DI Yogyakarta (0,163), dan Bali (0,183).
BPS menilai, penurunan ketimpangan gender menjadi cerminan kualitas pembangunan yang semakin inklusif. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, kata Dwi, tidak hanya diukur dari keseimbangan jumlah, tetapi juga dari kesempatan yang setara di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan politik.
“Kesejahteraan masyarakat dapat lebih cepat tercapai jika potensi laki-laki dan perempuan dimanfaatkan secara seimbang,” tutur Dwi Alwi.(hasan/gopos)









informasi yang diberikan mudah dipahamin. jika kamu mencari rekomendasi kursus conversation online bisa klik link disini kursus conversation online