No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Jejak Kemanusiaan Prajurit di Tanah Rakyat

Ishak Noho by Ishak Noho
Senin 27 Oktober 2025
in Gorontalo
0
Satgas TMMD bersama warga Desa Tonala. (foto.penrem/istimewa)

Satgas TMMD bersama warga Desa Tonala. (foto.penrem/istimewa)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO –  Desa Tonala di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, kini tak lagi sekadar nama di peta. Desa ini menjadi saksi bisu bagaimana loreng bukan hanya lambang ketegasan, tetapi juga wujud kasih dan pengabdian.

Dari tangan-tangan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), lahir karya, peluh, dan jejak kemanusiaan yang menembus sekat antara rakyat dan tentara.

Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti perbukitan Tonala. Di tengah riuh suara mesin molen dan ketukan batu, sejumlah prajurit Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo bersama warga tampak bergotong royong menata adukan semen.

Tidak ada jarak. Tidak ada komando kaku. Yang ada hanyalah tawa, peluh, dan semangat yang sama membangun desa. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, ia adalah jembatan kemanusiaan yang menyatukan hati rakyat dengan prajurit.

Melalui rabat beton yang kini membentang di Desa Tonala, tumbuh pula harapan baru bagi anak-anak yang selama ini harus berjalan kaki jauh menuju sekolah, bagi petani yang ingin menjual hasil panen, dan bagi ibu-ibu yang kini lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan.

Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo sekaligus Dansatgas TMMD ke-126, Letkol Arh Roman Laksana Yudha mengatakan bahwa setiap jengkal pembangunan yang dilakukan bukan hanya demi infrastruktur, tapi juga untuk membangun jiwa gotong royong masyarakat.

Baca Juga :  Pembiayaan KPBU, Kemendagri: Bukan Hutang tapi Belanja Jasa

“TMMD bukan tentang seberapa panjang jalan yang dibangun, tapi seberapa dalam makna kebersamaan yang ditinggalkan,” katanya.

Ucapan itu bukan sekadar retorika. Sejak awal pelaksanaan TMMD, para prajurit memilih tinggal bersama warga. Mereka makan di rumah warga, tidur di balai desa, bahkan ikut menanam pohon dan membantu anak-anak belajar membaca di sore hari. Ada cerita kecil tapi penuh makna di setiap sudut desa.

Di sebuah rumah sederhana, anak-anak tampak berkumpul mengelilingi Serka Laode Kalawara. Dengan papan tulis seadanya, ia mengajar mereka membaca dan menulis.

“Anak-anak ini masa depan Tonala. Kalau jalan sudah bagus, tapi mereka tidak bisa membaca, apa artinya pembangunan itu?” katanya dengan senyum tulus.

Bagi warga, kehadiran prajurit seperti oase di tengah keterbatasan. “Dulu kami tidak pernah menyangka jalan ke ladang bisa semulus ini,” ungkap Sumarno Antule, Kepala Desa Tonala.

Tapi yang paling berkesan bukan jalannya, melainkan bagaimana bapak-bapak TNI memperlakukan kami seperti keluarga. Di sela pembangunan fisik, para prajurit juga memberi penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, pertanian, hingga kebersihan lingkungan.

Semua dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan menyentuh hati. Warga diajak bukan sebagai penonton, tapi sebagai pelaku utama. Kini, ketika jalan beton mulai mengeras dan bangunan berdiri tegak, yang tersisa bukan hanya hasil pembangunan, tapi juga kenangan.

Baca Juga :  Instruksi Kapolres Pohuwato: Setiap Personel Polri Wajib Beri Pelayanan Maksimal

Anak-anak memanggil prajurit dengan sebutan “Komandan”, ibu-ibu menyiapkan kopi di pagi hari, dan para bapak berbagi cerita tentang masa muda mereka saat ikut gotong royong.

Di Tanah Rakyat seperti Tonala, prajurit meninggalkan jejak bukan di medan perang, melainkan di hati masyarakat. Mereka bukan datang untuk menaklukkan, melainkan untuk merangkul.

Dan di situlah esensi TMMD sesungguhnya, tentara dan rakyat tidak terpisah oleh seragam, tetapi disatukan oleh tujuan yang sama membangun negeri.

Malam itu, suasana desa begitu hangat. Di bawah cahaya lampu jalan yang baru menyala, warga dan prajurit duduk bersama menikmati teh hangat dan pisang goreng. Tak ada lagi pangkat, tak ada lagi jarak. Hanya manusia-manusia yang saling berbagi rasa syukur dan kebersamaan.

“Kalau TMMD selesai, kami akan merindukan bapak-bapak TNI,” ucap seorang ibu paruh baya dengan mata berkaca-kaca.

Prajurit itu hanya tersenyum, menepuk pundaknya lembut. “Kami tidak pergi, Bu. Kami hanya meninggalkan jejak. Karena di hati rakyat, TNI selalu ada.” 

Tags: Desa TonalaGorontaloGotong Royonghuman interestinspirasi kemanusiaankebersamaan TNI rakyatKodim 1315Pembangunan DesaPrajurit TNITMMD 126
Previous Post

MP DPP IKA SMANSA Gorontalo Gerah Adanya Pencatutan Nama Pengurus

Next Post

Bukan Demo, Emak-emak Desa Tonala Geruduk Satgas TMMD

Related Posts

Gorontalo

Pengakuan Karyawan PT GM saat Demo Penambang: Dikejar, Barang Berharga Hilang 

Minggu 1 November 2026
Gorontalo

Bulog Sisir Jalur Distribusi Beras SPHP, Harga di Gorontalo Masih Terkendali

Sabtu 31 Oktober 2026
Gorontalo

Bersama Ombudsman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo Dorong Penguatan Pelayanan Publik 

Sabtu 31 Oktober 2026
Gorontalo

PT Gorontalo Minerals Hargai Aspirasi Masyarakat, Namun Kecam Aksi Anarkis

Sabtu 31 Oktober 2026
Gorontalo

Gorontalo Matangkan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan HUT ke-55 Korpri

Jumat 30 Oktober 2026
Gorontalo

Dugaan Asusila Anak di Gorontalo, Perlindungan Korban Jadi Sorotan

Jumat 30 Oktober 2026
Next Post

Bukan Demo, Emak-emak Desa Tonala Geruduk Satgas TMMD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kejati Tahan Eks Pj Gubernur Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Santriwati Meninggal Tenggelam, Keluarga Polisikan Pimpinan Ponpes Hubulo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Perintah” Eks Pj Gubernur ke Syukri Botutihe Proyek Video Wall Kini Didalami Kejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Karyawan PT GM saat Demo Penambang: Dikejar, Barang Berharga Hilang 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masa Aksi Penambang Suwawa Diduga Jarah Gudang Logistik PT GM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.