GOPOS.ID, GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat Gorontalo mengalami deflasi sebesar 0,12 persen pada September 2025 dibandingkan Agustus 2025 (month to month). Walaupun begitu, secara tahunan atau year on year (September 2025 terhadap September 2024) Gorontalo mengalami inflasi sebesar 1,99 persen. Adapun inflasi tahun kalender (September 2025 terhadap Desember 2024) sebesar 1,53 persen.
Komoditi penyumbang deflasi pada September 2025 yakni bawang merah, beras, cumi-cumi, angkutan udara, tomat, ikan teri, gula pasir, ikan bubara, pengharum cucian, dan parfum. Sementara komoditi yang memberikan inflasi pada September 2025 yakni ikan layang, emas perhiasan, telur ayam ras, kangkung, pisang, kopi bubuk, cabai rawit, pasir, Sigaret Putih Mesin, dan biskuit.
“Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi 0,57 persen, dan kelompok transportasi mengalami deflasi 0,14 persen,” kata Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo, Rabu (1/10/2025).
Lebih lanjut Dwi Alwi Astuti menyampaikan, komoditi beras memberikan andil cukup besar terhadap inflasi tahunan (yoy). Andil bahan makanan pokok tersebut sebesar 0,57. Selanjutnya bawang merah (0,55), emas perhiasan (0,41), Sigaret Kretek Mesin (SKM) (0,17), ikan layang (0,16), kopi bubuk (0,14), ikan selar (0,1), kelapa (0,1), Sigaret Putih Mesin (SPM) 0,09, dan minyak goreng 0,09.
“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,38 persen. Lalu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,01 persen, dan kelompok pengeluaran pendidikan 2,02 persen,” ungkap Dwi Alwi Astuti.
Sebelumnya, Provinsi Gorontalo mengalami deflasi pada Januari 2025 sebesar 1,64 persen. Lalu pada Mei 2025 sebesar 1,68 persen, dan Agustus 2025 sebesar 0,73 persen.(hasan/gopos)








