GOPOS.ID, GORONTALO – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi di Masjid Agung Baiturahman, Limboto, Kabupaten Gorontalo menjadi simbol persatuan umat dan pelestarian tradisi. Kegiatan yang digelar Pemkab Gorontalo ini menjadi momentum sejarah yang menandai perubahan besar peradaban manusia, dari masa jahiliah menuju cahaya Islam.
Tradisi keagamaan dan budaya lokal turut menyemarakkan perayaan. Mulai dari zikir, doa hingga dini hari, hingga penyajian makanan khas daerah yang dibagikan kepada jamaah dalam wadah toyopo dan tolangga. Semua itu menjadi simbol persatuan, kebersamaan, sekaligus kearifan lokal yang terus dilestarikan.
Acara dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny S. Junus, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, unsur Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua I TP PKK, pimpinan OPD, tokoh agama, serta tokoh adat.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan Maulid Nabi harus menjadi sarana refleksi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat penting bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah. Beliau hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam, membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam,” ujar Sofyan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Gorontalo memperkokoh ukhuwah islamiyah, menumbuhkan rasa kasih sayang, serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.
“Kita harus menjaga agar setiap aktivitas di sekitar masjid selalu berorientasi pada ibadah, persatuan, dan kemaslahatan bersama. Semoga melalui peringatan Maulid ini kita semakin istiqamah dalam meneladani Rasulullah, memperkuat iman, serta membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan keberkahan,” tandasnya. (Rama/gopos)








