GOPOS.ID, LIMBOTO – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi membuka Ajang Kreativitas Penggalang III dalam rangka Bulan Bhakti Pramuka sekaligus Memperingati HUT RI Ke-81 Tahun 2026, di Bumi Perkemahan Balai Guru Penggerak (BPG) Provinsi Gorontalo di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Selasa (11/8/2026).
Pada kesempatan itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan bahwa perkemahan Pramuka ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang berkumpul dan berkompetisi, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta tangguh dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
Selain itu, kehidupan di bumi perkemahan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di ruang kelas. Para peserta dituntut untuk mengelola kebutuhan secara mandiri, menjaga perlengkapan, beradaptasi dengan lingkungan, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab secara kolektif.
“Inti utama dari perkemahan ini adalah bagaimana peserta diberikan ruang untuk menempa diri menjadi manusia yang mandiri. Di sini belajar mengurus diri sendiri, perlengkapan sendiri hingga memenuhi kebutuhan selama berada di bumi perkemahan,” kata Bupati Sofyan Puhi.
Untuk itu, Sofyan menghimbau peserta agar tidak mudah mengeluh ketika menghadapi kondisi yang tidak senyaman kehidupan di rumah. Keterbatasan fasilitas, pola tidur, maupun menu makanan selama perkemahan, menurutnya, merupakan bagian dari proses pembelajaran yang penting untuk membentuk ketangguhan dan kemampuan beradaptasi.
“Jika ada hal yang dirasa kurang, seperti jam tidur atau makanan yang tidak seperti di rumah, itu merupakan bagian dari proses perkemahan. Nikmati setiap situasi dan jadikan sebagai pengalaman belajar,” tambah Sofyan yang juga selaku Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo itu.
Dia menilai, pembinaan melalui Gerakan Pramuka merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Harapannya, para peserta dapat tumbuh menjadi generasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor.
“Anak-anak ini kita persiapkan untuk Indonesia Emas 2045. Dua puluh hingga tiga puluh tahun ke depan, merekalah yang akan menjadi generasi matang dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” tandasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari dan diharapkan menjadi wadah pembelajaran, pengembangan pengetahuan, serta penguatan karakter melalui aktivitas di alam terbuka.(adm03gopos)








