No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Waspada DBD di Musim Hujan

Muhajir by Muhajir
Sabtu 4 Januari 2020
in Advetorial, Ayo Germas
0
701
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Faktor penyakit yang disebabkan oleh nyamuk di musim hujan meningkat dibandingkan musim panas. Hal ini disebabkan oleh tingginya populasi nyamuk saat musim hujan. Termasuk populasi nyamuk aedes aegylti, yang menjadi penyebar utama penyakit demam berdarah (DBD).

Berkenaan dengan itu, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Mengiangatkan masyarakat untuk melaksanakan konsep 3M+ yaitu menutup, menguras, membersihkan dan plusnya adalah mencegah gigitan nyamuk.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Irma Cahyani saat dikonfirmasi oleh gopos.id di kantornya, Jumat (3/1/2020).

“Kalau musim hujan itu risiko tinggi penyakit karena faktor nyamuk. Ini disebabkan populasi nyamuk itu meningkat saat hujan,” ujar dr. Irma

Meningkatnya populasi nyamuk saat hujan dijelaskan dr. Irma, karena telur-telur nyamuk yang berada di tempat-tempat kering selama musim kemarau itu menetas. Sehingga di musim telur-telur menetas dengan cepat.

Baca juga: DBD Capai Angka 329 Kasus, Gubernur Imbau Warga Galakkan PSN

“Telur nyamuk itu bisa bertahan hingga enam bulan di tempat yang kering. begitu musim hujan tempat-tempat itu terisi air. Semua telur-telur itu kemudian menetas,” papar dr. Irma

Baca Juga :  Penjelasan BMKG Mengenai Cuaca Panas di Gorontalo Saat Musim Hujan

“Ketika populasi nyamuk meningkat. Otomatis nyamuk sebagai faktor binatang pembawa penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya itu akan meningkat. Jika ada satu saja yang DBD kemudian banyak nyamuk yang aedes. Otomatis banyak nyamuk yang bisa menularkan penyakit itu. jadi kaitaanya ke situ,” lanjut dr. Irma mejelaskan.

Walaupun sebenarnya menurut dr. Irma kalau pengendalian populasi nyamuk itu sebelum musim hujan. Kerena kalau sudah musim hujan itu sudah terlanjur. Populasi nyamuk sudah banyak.

“Seharusnya pembersian jentik nyamuk itu harus dilakukan sebelum musim hujan. Jadi pembersian ini harus dilakukan setiap tahun. Mulai dari kaleng-kaleng, gelas air minum kemasan dan apa saja yang bisa menampung air harus dibersihkan,” ungkapnya

Namun kembali dr. Irma menekankan untuk mengantisipasi terjadi penyakit yang disebabkan nyamuk. Masyarakat harus melaksanakan 3M+.

“Pertama yaitu menutup tempat-tempat penampungan air seperti sumur dan tong. Agar nyamuk tidak masuk untuk bertelur di situ. Ke dua menguras, jadi bukan dibuang airnya tapi dikuras. dikuras alias disikat karena telur nyamuk itu menempel di dinding bak mandi. jadi bak mandi itu harus disikat. Kemudain ketiga membersihkan barang-barang bekas atau menggunakan kembali. kalau sudah tidak dipakai harus dibuang pada tempatnya,” terangnya.

Baca Juga :  Awal Tahun 2025 DBD di Bone Bolango Sudah 26 Kasus, 1 Orang Meninggal Dunia

Sementara untuk plus (+) maksudnya menurut dr. Irma itu banyak. Mulai dari menghindari gigitan nyamuk dengan losion anti nyamuk atau semacamnya. Memakai pakaian yang panjang, jangan berkeluaran di jam-jam yang banyak nyamuk misalnya petang dan malam. Jangan menggantung pakaian di belakang pintu dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti bunga lafendel

Di samping itu, dr. Irma menilai pengendalian yang dilakukan oleh teman-teman dinkes provinsi maupun kabupaten/kota sudah baik dan aktif dalam mensosialisasikan gerakan jumantik (juru pemantau jentik). Jadi seminggu sekali ada yang harus membersihkan rumah yang biasa ditempati oleh nyamuk untuk bertelur.

“Sekarang teman-teman di kabupaten/kota berkaca dari tahun lalu. Bulan begini itu biasanya sudah ada kejadian luar bisa (KLB). Tapi alhamdulillah sampai sekarang belum ada,” ungkapnya (muhajir/gopos)

Tags: DBDDemam BerdarahMusim Hujan
Previous Post

Koramil 1304-06/Suwawa Back Up Pencarian Warga Pinogu yang Terseret Arus Sungai Olama

Next Post

Polres Gorontalo Tahan Terduga Pembunuh Pria Asal Luwuk di Kebun Jagung

Related Posts

Pani Gold Mine bersama Pemerintah Daerah meresmikan penggunaan Jembatan Bailey di Dusun Titileya, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (15/8/2026) (Istimewa)
Advetorial

Jembatan Bailey 42 Meter Dipasang, Akses Warga Pulubala Kembali Terhubung

Sabtu 15 Agustus 2026
RSUD Ainun Habibie

Pencanangan HUT ke-81 RI Jadi Momentum RSUD Ainun Habibie Perkuat Pelayanan Kesehatan

Senin 10 Agustus 2026
RSUD Ainun Habibie

RSUD Ainun Habibie Bangun Fasilitas Radioterapi Pertama di Gorontalo, Perkuat Layanan Kanker Regional

Rabu 5 Agustus 2026
Kusnadi mendampingi sang istri menjalani perawatan medis. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan)
Advetorial

Layanan Digital BPJS Kesehatan Permudah Peserta JKN Urus Administrasi

Senin 3 Agustus 2026
Foto Bersama Tim PKM UNG bersama KWT Maju Bersama Desa Moutong, Kecamatan Suwawa, (Istimewa)
Advetorial

Tim PKM UNG Bekali KWT Maju Bersama Manajemen Usaha, Perkuat Bisnis Olahan Tomat

Minggu 2 Agustus 2026
Elok Afifah menunjukkan program REHAB 3.0. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)
Advetorial

Keluar dari Jeratan Tunggakan JKN, Warga Jember Rasakan Manfaat Kemudahan Cicilan REHAB 3.0

Jumat 31 Juli 2026
Next Post

Polres Gorontalo Tahan Terduga Pembunuh Pria Asal Luwuk di Kebun Jagung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Insert: Ramlan Pomolango.

    Benarkah Eks Dosen Dizalimi? UMGO Sebut Purna Tugas 1 Juli 2026, Ini Pengakuan Kuasa Hukum Ramlan Pomolango

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Tolak Aktivitas PT Celebes Bone Mineral, Deprov Gorontalo Jadwalkan RDP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Gorontalo Kota Sabet Penghargaan Pelayanan Prima (A) dari Kapolri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pusat Studi Kepolisian, UNG dan Polda Gorontalo Perkuat Kolaborasi Akademik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yakub Tangahu Ditunjuk Jadi Plh Ketua KONI Provinsi Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.