GOPOS.ID – Lensa mata yang menjadi keruh merupakan penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Katarak menyumbang sekitar 81 persen dari kasus tersebut, sementara Kementerian Kesehatan mencatat orang Indonesia cenderung mengalaminya sekitar 15 tahun lebih cepat dibanding penduduk di daerah subtropis.
Karena berkembang secara perlahan, gejala katarak kerap dianggap sebagai bagian wajar dari penuaan. Pada tahap awal, kekeruhan mungkin hanya mengenai sebagian kecil lensa, sehingga keluhan terasa ringan dan Anda belum menyadari perubahan penglihatan. Bahkan, dokter mata bisa menemukan katarak lebih dulu. Tujuh gejala berikut dapat membantu Anda mengenali perubahan yang perlu diperiksakan.
1. Penglihatan Buram Berkabut
Melihat seperti melalui kabut atau asap merupakan gejala katarak yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika protein di dalam lensa menggumpal, sehingga lensa tidak lagi jernih dan cahaya tidak terfokus tajam ke retina. Penglihatan buram yang menetap sering disangka akibat mata lelah atau bertambahnya usia, padahal kekeruhan lensa tidak membaik setelah beristirahat.
Katarak dapat lebih dulu menyerang satu mata, jadi buram belum tentu terasa di kedua mata. Untuk mengetahui perbedaannya, Anda bisa menutup mata secara bergantian dan membandingkan ketajaman penglihatan. Jika satu mata terasa lebih buram dan keluhan tidak membaik dengan istirahat, periksakan kondisi tersebut ke dokter spesialis mata.
2. Silau Akibat Katarak
Cahaya terang yang terasa mengganggu juga dapat menjadi gejala katarak. Ketika melewati lensa keruh, cahaya tersebar ke berbagai arah, sehingga sinar matahari atau lampu terang tampak menyilaukan. Keluhan ini dapat terasa jelas saat Anda berhadapan dengan lampu kendaraan dari arah berlawanan.
Silau yang berkaitan dengan katarak tidak reda hanya dengan mengistirahatkan mata. Anda mungkin mulai menyipitkan mata, memakai topi, atau menghindari berkendara saat siang terik tanpa mengetahui penyebabnya. Jika silau semakin mengganggu kegiatan sehari-hari, pemeriksaan mata dapat membantu memastikan kondisinya.
3. Penglihatan Malam Menurun
Penglihatan yang terasa redup atau menggelap ketika malam tiba bisa menjadi gejala awal katarak. Lensa yang keruh meloloskan lebih sedikit cahaya ke retina, sehingga gangguan lebih terasa saat cahaya sekitar minim. Pada siang hari, cahaya yang cukup dapat menutupi perubahan tersebut.
Penurunan penglihatan malam dapat terasa saat Anda berkendara. Anda mungkin sulit membaca rambu, memperkirakan jarak kendaraan lain, atau melihat marka jalan di tempat yang kurang terang. Keluhan ini kerap dianggap sebagai dampak usia, tetapi pemeriksaan dokter mata dapat memastikan apakah penyebabnya katarak.
4. Warna Tampak Pudar
Warna yang terlihat kusam atau kekuningan dapat menandakan katarak yang berkembang bertahap. Seiring waktu, lensa menguning dan menyaring sebagian cahaya, sehingga warna putih tampak krem dan warna biru lebih sulit dibedakan dari warna gelap lain. Karena perubahan berlangsung pelan, Anda bisa terbiasa dengan tampilan yang lebih kusam tanpa menyadarinya.
Perbedaan warna kadang lebih mudah diketahui dengan membandingkan penglihatan kedua mata. Cobalah menutup satu mata secara bergantian saat menatap benda putih untuk melihat apakah tingkat kecerahannya berbeda. Jika warna tampak pudar tanpa sebab yang jelas, konsultasikan perubahan itu kepada dokter mata.
5. Kacamata Sering Diganti
Ukuran kacamata yang berubah berulang kali dalam waktu singkat bisa menjadi tanda katarak. Kekeruhan lensa mengubah cara mata membiaskan cahaya, sehingga ukuran minus atau plus yang baru dapat cepat terasa tidak sesuai. Mengganti kacamata mungkin membantu sementara, tetapi belum tentu membuat penglihatan kembali tajam.
Awalnya,kacamata baru dan pencahayaan yang lebih baik dapat membantu penglihatan. Namun, keduanya tidak menghentikan perkembangan kekeruhan pada lensa. Bila resep kacamata terus berubah dan hasilnya tidak optimal, pemeriksaan mata menyeluruh dapat membantu mencari penyebabnya.
6. Bayangan Ganda Satu Mata
Bayangan ganda pada satu mata termasuk gejala katarak yang jarang dikenali. Lensa keruh dapat membiaskan cahaya ke lebih dari satu titik, sehingga satu benda terlihat berbayang atau seolah-olah ada dua. Salah satu petunjuknya, bayangan tetap terlihat ketika mata yang lain ditutup.
Pada tahap awal, keluhan yang muncul dan hilang bisa dianggap sebagai akibat mata lelah. Namun, katarak tidak hilang dengan sendirinya, sehingga bayangan ganda dapat semakin sering dan jelas seiring waktu. Jika bayangan menetap pada satu mata, mintalah dokter mata mengevaluasinya.
7. Halo Di Sekitar Lampu
Lingkaran cahaya atau halo di sekitar lampu lebih mudah terlihat pada malam hari. Cahaya yang melewati lensa keruh dapat menyebar, sehingga lampu jalan, lampu kendaraan, atau lampu rumah tampak dikelilingi lingkaran. Efek ini sering dikira sebagai kelelahan mata atau pengaruh layar gawai.
Halo yang berkaitan dengan katarak cenderung muncul konsisten di sekitar sumber cahaya dan tidak berkurang setelah Anda berkedip. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan silau dan penurunan penglihatan malam. Jika ketiganya terasa mengganggu, berkonsultasilah dengan dokter mata.
Periksa Katarak Di Klinik Mata Nusantara
Katarak berkembang lambat, tetapi gejalanya tidak selalu sekadar tanda penuaan. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan dengan obat atau tetes mata; terapi yang terbukti efektif adalah operasi untuk mengganti lensa keruh dengan lensa buatan. Risiko tambahan yang perlu diwaspadai meliputi diabetes, merokok, paparan sinar ultraviolet berlebih, penggunaan kortikosteroid jangka panjang, serta riwayat cedera mata.
Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata di Klinik Mata Nusantara (KMN EyeCare). Layanan katarak tersedia di klinik Kemayoran, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, dan Semarang. Informasi tersedia di https://www.klinikmatanusantara.com/id/tindakan-dan-biaya/katarak, atau hubungi call center 021 751 66 99 dan WhatsApp 0859 6055 3949.(*)








