GOPOS.ID, GORONTALO — Gagasan menghadirkan Sumo Award ternyata lahir dari kolaborasi dan dorongan para wartawan generasi terdahulu. Suharso Monoarfa, yang merupakan salah satu tokoh penting dalam pengembangan budaya di Gorontalo, menyebutkan bahwa media memiliki peran kunci dalam mengidentifikasi potensi-potensi tersembunyi di tengah masyarakat Gorontalo.
“Gagasan awal Sumo Award ini diinisiasi bersama teman-teman wartawan. Rekan-rekan media inilah yang menangkap kisah-kisah hebat di lapangan, lalu kami memfasilitasinya agar menjadi inspirasi yang lebih luas,” jelas Suharso dalam sebuah acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan insan pers.
Suharso juga menekankan pentingnya apresiasi terhadap insan pers yang telah berkontribusi dalam mengangkat berbagai cerita menarik dari Gorontalo. Ia mengingat kembali rekam jejak inovasi kegiatan masyarakat yang telah berlangsung di daerah tersebut, salah satunya adalah Festival Tumbilotohe yang digelar pada era 1990-an hingga 2000-an. Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga menarik perhatian nasional hingga diliput oleh media ternama dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata pada masa itu.
“Waktu itu muncul inovasi bagaimana menggelar Tumbilotohe tanpa asap polusi dan tanpa listrik, namun tetap indah. Potensi kreatif seperti inilah yang harus terus kita dorong dan hargai bersama,” tutupnya, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk mengembangkan dan melestarikan budaya lokal.
Dengan adanya Sumo Award, diharapkan dapat menjadi pemicu bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam berinovasi dan menciptakan karya yang dapat mengangkat nama Gorontalo ke tingkat yang lebih tinggi. Suharso mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya yang ada, serta mendorong lebih banyak inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Putra/Gopos)







