GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Gorontalo, Robin Yusuf ikut angkat bicara soal pungutan dan pengelolaan dana dari orang tua siswa yang terjadi di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo.
Robin menegaskan, setiap kebijakan yang melibatkan partisipasi dana masyarakat sejatinya harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Sebab, harapan sebagian orang tua siswa sejatinya sangat sederhana. Mereka tidak hanya ingin mengetahui kebutuhan anggaran yang harus dipenuhi, tetapi juga memperoleh laporan yang jelas mengenai berapa dana yang telah terkumpul, digunakan dan tersisa dari setiap program maupun kegiatan yang melibatkan kontribusi masyarakat, dalam hal ini orang tua siswa.
“Kalau memang ada keluhan masyarakat terkait minimnya transparansi penggunaan dana, tentu perlu ada penjelasan terbuka kepada publik. Prinsip akuntabilitas harus dijalankan,” tegas Robin kepada Gopos.id, Rabu (10/6/2026).
Sebelumnya, geger pernyataan dari sejumlah orang tua siswa di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo bahwa yang mana terjadi pungutan dari pihak sekolah yang memberatkan.
Sejumlah orang tua siswa yang meminta namanya tidak dipublish mengaku persoalan utama bukan semata-mata soal ada atau tidaknya kewajiban membayar, melainkan transparansi dan pertanggungjawaban penggunaan dana yang selama ini dihimpun melalui komite madrasah.
Mereka menyebut, setiap kali menghadiri rapat komite, mereka kerap disodorkan berbagai kebutuhan sekolah mulai dari pembangunan fasilitas hingga kegiatan siswa lengkap dengan besaran anggaran yang harus dipenuhi. Namun, di sisi lain, mereka tidak pernah memperoleh laporan rinci mengenai jumlah dana yang telah terkumpul maupun penggunaannya.
“Masalahnya bukan hanya soal sumbangan. Yang kami pertanyakan, berapa sebenarnya uang yang sudah terkumpul, dipakai untuk apa, dan masih tersisa berapa. Sampai sekarang kami tidak pernah mendapatkan laporan yang jelas,” ungkap salah satu orang tua siswa kepada Gopos.id.
Pembangunan Aula Al-Kahfi di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo menjadi salah satu contoh yang masih menyisakan pertanyaan di kalangan wali murid. Awalnya bantuan untuk pembangunan aula disampaikan sebagai sumbangan sukarela. Namun dalam perkembangannya, orang tua diminta memberikan kontribusi dengan nominal tertentu.
Bahkan, menurut pengakuan sejumlah orang tua, permintaan pembayaran masih terus diingatkan hingga disebutkan satu per satu nama yang belum membayar di grup sekolah.
“Yang menjadi pertanyaan kami, sampai sekarang tidak pernah ada penjelasan resmi berapa dana yang sudah terkumpul untuk aula tersebut. Kalau memang ini partisipasi masyarakat, harusnya ada laporan terbuka kepada orang tua,” ujarnya.
Kondisi serupa disebut terjadi pada kegiatan ramah tamah. Pihak orang tua siswa menerima informasi kebutuhan anggaran sebesar 400 ribu, tetapi tidak mendapatkan laporan rincian pertanggungjawaban kegiatan tersebut.
Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan, terlebih sekolah berstatus negeri yang sebagian besar operasionalnya telah didukung anggaran pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Dulu awalnya pembentukan Aula Al Kahfi ini agar siswa bisa buat kegiatan ramah tamah disekolah, tapi setelah sudah ada justru ramah tamah dibuat di gedung,” ungkap orang tua siswa.
“Kalau memang semua dilakukan secara sukarela dan transparan, seharusnya tidak sulit menyampaikan laporan pemasukan dan pengeluaran kepada orang tua. Justru itu yang kami harapkan,” sambung mereka.
Terpisah, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Rommy Bau, menegaskan bahwa tidak ada pungutan wajib yang dibebankan kepada orang tua siswa. Menurutnya, seluruh bentuk partisipasi masyarakat dilakukan melalui mekanisme musyawarah bersama Komite Madrasah dan bersifat sukarela sesuai kemampuan masing-masing.
“Tidak ada kewajiban pembayaran bagi orang tua siswa. Tidak ada sanksi akademik maupun administrasi bagi siswa yang tidak memberikan sumbangan. Semua bersifat sukarela,” tegas Rommy.
Pihak madrasah juga menyatakan siap menerima masukan dan membuka ruang komunikasi bagi orang tua siswa yang membutuhkan penjelasan terkait berbagai program yang dijalankan.(Rama/Gopos)








