GOPOS.ID, KOTA GORONTALO — Masyarakat Gorontalo kembali menggelar Festival Tanggida’a, sebuah tradisi perayaan ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan partisipasi aktif warga dalam berbagai rangkaian acara budaya dan kebersamaan.
Ketua Panitia Festival Tanggida’a, Jamaludin Kadir, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga upaya melestarikan tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebanyak 2.026 ketupat disediakan sebagai bagian dari festival Tanggida’a tersebut
“Festival ini menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Gorontalo,” ujar Jamaludin.
Jamal juga mengatakan bahwa kegiatan ini 80 persen merupakan sumbangsih dari masyarakat dan 20 persen dari sponsor dari pemerintah dan lainnya:
Sejak pagi hari, tepat pukul 07.00 WITA, rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dilaksanakan di masjid setempat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan santap bersama antara masyarakat dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, dalam suasana penuh keakraban.
Tidak hanya itu, festival juga dimeriahkan dengan berbagai lomba rakyat yang menarik perhatian warga. Di antaranya lomba tarik tambang, anyaman ketupat, hingga panjat pinang yang diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kehadiran Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, turut menambah semarak kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menjaga dan merawat tradisi budaya daerah.
Festival Tanggida’a diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjadi daya tarik budaya di Gorontalo.
“Ini harus kita lestarikan, supaya di Kota Gorontalo punya tempat tersendiri untuk perayaan ketupat,” Tutup Jamal (Rama/Gopos)








