No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Sekolah Buka Tahun Depan, KPAI Ingatkan Standar Protokol Kesehatan

Hasan by Hasan
Sabtu 14 November 2020
in Gorontalo
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Wacana pembukaan sekolah dan pembelajaran tetap muka kembali pada 2021 terus mengemuka. Hal itu seiring desakan para orang tua yang menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem dalam jaringan (daring) kurang efektif.

Sejalan dengan wacana tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan (Prokes) harus benar-benar ketat dan sesuai standar. Peringatan itu disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, talkshow bertajuk belajar efektif di masa pandemi, di Graha BNPB, Jumat (13/11/2020).

Menurut Retno Listyarti, jika memang diberlakukan maka pembukaan sekolah kembali dan pembelajaran tatap muka sebaiknya dilakukan pada 2021. Seiring hal itu maka rentang waktu yang ada saat ini hendaknya dimanfaatkan untuk memenuhi kesiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka muka.

“Kami ingin sekolah itu benar-benar siap. Mau zona apapun (terutama itu sekolah) harus siap. Walaupun zona hijau kalau sekolah tak siap,” tegas Retno.

Menurut Retno, KPAI telah melakukan pemantauan di 46 sekolah yang tersebar di 19 kabupaten/kota. Dalam pemantauan itu pihaknya turut menyosialisasikan 15 poin standar operasi dan prosedur (SOP) ketika nantinya sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga :  Bedah Buku Ketidaknetralan Birokrasi Indonesia: Birokrasi Harus Jadi Problem Solver

“Kami juga mengusulkan agar pembelajaran tatap muka itu diatur, misalnya kelas 7 belajar tatap muka, maka kelas 8 dan 9 di rumah dulu. Kemudian siswa kelas 7 dibagi ke beberapa kelas. Untuk pembelajaran, misalnya matematika. Pembelajarannya sama, gurunya yang berbeda,” tutur Retno.

Ia menambahkan, dari hasil pemantauan KPAI pembelajaran tatap muka dengan sistem separuh-separuh kurang efektif. Yakni sebagian siswa belajar tatap muka, sementara sebagian siswa belajar daring.

“Beberapa sekolah sudah melakukan uji coba itu. Dalam pemantauan KPAI separuh-separuh tidak efektif,” imbuh Retno.

Ombudsman RI, Prof.Adrianus Meliala, Ph.D, menilai kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sangat tepat dan efektif pada masa awal pandemi. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem tersebut dirasa perlu ada perubahan.

“PJJ punya tingkat Maturitas (kedewasaan) yang tak bisa lagi push,” ujar Adrianus.

Menurut Adrianus, pada daerah-daeah yang sudah zona hijau perlu dipikirkan cara lain. Misalnya, sekali seminggu anak disuruh masuk sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat sekali. Lama kelamaan meningkat dua hari, tiga hari dan seterusnya.

Baca Juga :  Mantan PPS di Botupingge Diduga Dilecehkan Oknum Sekdes

“Ini untuk mengatasi kelemahan sistem daring,”  kata Adrianus.

Tim Pakar Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Dr. Agnes Tuti Rumiati, M.Sc, menekankan pemetaan daerah dan sekolah-sekolah yang siap melakukan pembelajaran tatap muka. Kemudian ada kriteria-kriteria tertentu dalam penentuan kesiapan sekolah.

“Harus dipastikan protokol kesehatan siswa di perjalanan dari sekolah ke rumah, ataupun sebaliknya. Oleh karena itu keputusan pembelajaran tatap muka harus menjadi keputusan bersama yang mantap,” ujar Agnes yang juga Ketua Pusat Kajian SDG’s, Institut Teknologi Surabaya.

Koordinator Bidang Peserta Didik Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Juandanilsyah, S.E., M.A, mengemukakan, pada beberapa daerah yang zona hijau pembelajaran tatap muka sudah berjalan. Akan tetapi kondisi Covid-19 berubah-ubah.

“Nah penyesuaian itu melalui kebijakan pemerintah daerah,” ujar Juanda.

Menurut Juanda, untuk pembukaan sekolah kembali dan pembelajaran tatap muka maka seluruh persyaratan harus terpenuhi dulu. Fasilitas yang dibutuhkan sudah terpenuhi.

“Untuk pengaturannya diserahkan ke daerah masing-masing. Kalau ada pergantian semacam shifting, modelnya seperti apa, supaya siswa bisa mengikuti pembelajaran tatap muka,” kata Juanda.(adm-02/gopos)

Tags: GorontaloKPAIProtokol KesehatanSekolah Buka Lagi
Previous Post

Pemkab Malang Terima Penghargaan Spesial dari Pemprov Jatim

Next Post

Diskominfo Gorontalo Ajak Perangi Hoaks di Tengah Pandemi

Related Posts

Gorontalo

Puncak PENAS XVII Gorontalo: Presiden Prabowo Pacu Semangat Petani-Nelayan

Rabu 24 Juni 2026
Kepala Perum Bulog Cabang Gorontalo, La Ode Sulaiman
Gorontalo

PENAS Jadi Pemantik Kebangkitan Pertanian Modern

Rabu 24 Juni 2026
Gorontalo

Upiya Karanji Jadi Simbol Kebanggaan Gorontalo di PENAS XVII

Rabu 24 Juni 2026
Gorontalo

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara Jadi Magnet di PENAS XVII Gorontalo

Rabu 24 Juni 2026
Gorontalo

Ratusan Siswa Antusias Sambut Kedatangan Prabowo Subianto

Rabu 24 Juni 2026
Gorontalo

La Ode Sulaiman: Puncak PENAS XVII Jadi Strategis Mewujudkan Swasembada Pangan

Rabu 24 Juni 2026
Next Post

Diskominfo Gorontalo Ajak Perangi Hoaks di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. (Foto. Istimewa/Screenshot google)

    Sherly Tjoanda Dikabarkan Hadir di PENAS XVII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UMGO Benarkan Video Viral Soal Beasiswa-KIP Kampus Negeri adalah Calon Mahasiswinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rum Ngaku Kecewa, Kunjungan Mentrans ke Boalemo Dibatalkan Mendadak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara Jadi Magnet di PENAS XVII Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UNG Kukuhkan 700 Lulusan pada Wisuda ke-61, Rektor Pesan Jadilah Agen Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.