GOPOS.ID, MARISA – Sebanyak 71 tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Pohuwato dialihkan statusnya menjadi Penyuluh Pertanian Pusat. Mereka terdiri dari 64 penyuluh PNS dan 7 penyuluh PPPK. Proses pengalihan berlangsung di Aula Dinas Pertanian Pohuwato, Selasa (25/11/2025).
Kebijakan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian untuk memperkuat layanan penyuluhan di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan bagi petani.
Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, menegaskan pemerintah daerah kini fokus mengembangkan sektor perkebunan, khususnya kakao dan kelapa sebagai komoditas unggulan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara penyuluh, pemerintah daerah, dan petani demi mewujudkan Pohuwato sebagai daerah swasembada pangan.
“Harapan kami para penyuluh terus meningkatkan kinerjanya, terutama dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada para petani, khususnya dalam menghadapi musim tanam,” tegas Iwan.
Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Kamri Alwi, menambahkan meski penyuluh kini berstatus pusat, pemerintah daerah tetap memiliki peran dalam evaluasi kinerja. “Pengalihan ini bukan berarti evaluasi dari dinas lepas, namun tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah meskipun tidak secara keseluruhan,” jelasnya.
Kamri juga menyampaikan arahan Kementerian Pertanian agar seluruh penyuluh tetap aktif di lapangan, berkoordinasi, dan melaporkan setiap kegiatan dengan baik. Ia menekankan pentingnya deteksi dini isu pertanian, penguatan luas tambah tanam, serta kesiapan rencana cetak sawah yang ditargetkan segera tercapai.
“Setiap program diharapkan dapat dideklarasikan secara tahunan,” tutup Kamri.(Yusuf/Gopos)








