GOPOS.ID, GORONTALO — Di tengah deru molen dan denting sekop di lokasi pembangunan rabat beton TMMD ke-126, suasana mendadak berubah hangat.
Bukan karena matahari, tapi karena kehadiran para emak-emak desa yang datang membawa sesuatu yang spesial kopi hitam panas dalam termos besar.
“Kasian dorang kerja dari pagi belum istirahat, jadi saya bawakan kopi biar tambah semangat,” ucap seorang sambil tersenyum malu-malu ketika menuangkan kopi ke gelas plastik untuk prajurit yang tengah berpeluh di bawah terik matahari.
Tanpa banyak basa-basi, beberapa TNI yang tengah meratakan adukan semen langsung tersenyum lebar.
“Wah, ini energi tambahan nih, Bu,” canda salah satu anggota Satgas TMMD sambil menerima secangkir kopi hangat.
Kehadiran para emak-emak ini bukan sekadar momen sederhana. Di balik secangkir kopi, tersimpan rasa kebersamaan dan gotong royong yang menjadi napas utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Kopi hitam itu jadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya soal beton yang mengeras di jalan, tapi juga hati yang melebur dalam semangat kebersamaan.
“Rasanya bahagia lihat warga ikut terlibat, meski dengan hal kecil seperti ini. Inilah bentuk nyata manunggal TNI dengan rakyat,” ujar Komandan Satuan Tugas TMMD, Letkol Arh Roma Laksana Yudha penuh apresiasi.
Sambil menyeruput kopi, tawa kecil pecah di antara prajurit dan warga. Tidak ada sekat. Hanya cerita tentang perjuangan membangun desa dan kebanggaan kecil yang lahir dari kebersamaan.
Dari secangkir kopi, lahir semangat besar untuk melanjutkan pekerjaan hari itu karena hangatnya kebersamaan jauh lebih kuat daripada panasnya terik matahari. (Isno/gopos)








