GOPOS.ID, GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, menunjukkan aksi cepat dan konkret saat menggelar reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026 di Desa Tunas Jaya, Rabu (4/2/2026).
Meski menjadi legislator provinsi pertama yang masuk hingga wilayah Tunas Jaya bagian dalam, Femmy menegaskan kehadirannya bukan sekadar seremonial.
Di hadapan para petani, Femmy langsung menyoroti persoalan utama yang selama ini menghambat aktivitas pertanian, yakni akses jalan tani sepanjang 800 meter. Tanpa bertele-tele, ia memetakan solusi yang dinilai realistis dan bisa segera ditindaklanjuti.
Menurut Femmy, persoalan tersebut sejatinya dapat diselesaikan melalui anggaran kabupaten. Ia pun berjanji akan mengoordinasikan langsung dengan anggota DPRD kabupaten dari Partai Amanat Nasional (PAN) agar pengerjaannya bisa segera dieksekusi.
“Sebenarnya ini cukup satu kilometer saja. Anggaran kabupaten bisa mengakomodir. Nanti saya sampaikan dan koordinasikan langsung agar cepat ditangani,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, respons cepat juga ditunjukkan Femmy terhadap keluhan petani hortikultura yang kesulitan memproduksi pupuk kompos secara mandiri akibat keterbatasan sarana pendukung. Ia menilai kemandirian petani harus mendapat dukungan serius dari pemerintah.
“Insyaallah ini saya perjuangkan. Kalau anggaran daerah terbatas, saya siap mengawal sampai ke kementerian. Ini penting untuk keberlanjutan pertanian,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Femmy juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi. Ia meminta masyarakat segera menyiapkan proposal resmi sebagai dasar data agar aspirasi yang disampaikan bisa dikawal secara maksimal di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.
Menariknya, Femmy secara terbuka mengakui bahwa basis dukungan politiknya di Desa Tunas Jaya tidak besar. Namun hal itu tidak mengurangi komitmennya sebagai wakil rakyat.
“Walaupun suara saya di sini tidak banyak, tanggung jawab saya tetap sama. Silakan buat proposalnya, serahkan ke saya, dan akan saya kawal sampai ke kementerian terkait,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Selain jalan tani dan pupuk kompos, Femmy juga mencatat sejumlah aspirasi lain yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti, di antaranya mitigasi bencana melalui pembangunan bronjong untuk penanganan banjir, pemberdayaan pemuda lewat usaha percetakan bagi Karang Taruna, perhatian terhadap kesejahteraan pengurus Koperasi Merah Putih, serta evaluasi menu lauk pada program makanan bergizi gratis bagi siswa.
Reses tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat bukan hanya soal mendengar, tetapi juga bergerak cepat mencarikan solusi nyata. (Isno/gopos)








