Goposid, Bone Bolango – Program pemberdayaan masyarakat Desa Lomaya, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, kembali digiatkan melalui pelatihan penanganan pascapanen, hilirisasi produk, dan pemasaran digital. Kegiatan ini berlangsung Selasa (2/9/2025) sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Desa Lomaya dipilih sebagai lokasi karena dikenal sebagai salah satu sentra komoditas cabai dan jagung di Gorontalo. Pelatihan menyasar kelompok ibu-ibu PKK dan Karang Taruna, dengan dukungan penuh Pemerintah Desa setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pendamping lapangan, Dr. Rahmiyati Kasim, dan Yuliana Bakari, SP., M.Si., serta melibatkan mahasiswa KKN Tematik II UNG.
Peserta pelatihan tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung hingga uji coba produk. Tiga kelompok praktik dibentuk, masing-masing berfokus pada pengemasan cabai dan jagung segar, pengolahan bubuk cabai, serta pembuatan chili oil dan stik pepaya. Mereka juga mendapat arahan mengenai teknik pengemasan dan pelabelan produk agar layak dipasarkan.
Sebagai hasil dari kegiatan ini, sejumlah merek lokal resmi diluncurkan, antara lain Lomaya Fresh untuk produk cabai dan jagung segar, GON-CABAI (Gorontalo Cabai) untuk bubuk cabai dengan lima varian rasa, serta Lomaya Chili Oil. Peluncuran ini menandai lahirnya identitas baru bagi Desa Lomaya dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
Sekretaris Desa Lomaya, Suleman Nupu, menyambut positif kegiatan ini.
“Pelatihan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.
Dosen pendamping, Dr. Rahmiyati Kasim, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
“Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu melakukan diversifikasi olahan berbasis cabai dan jagung yang membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, penanganan pascapanen yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil pertanian,” jelasnya.
Melalui kegiatan KKN Tematik ini, Desa Lomaya kini tidak hanya dikenal sebagai sentra cabai dan jagung, tetapi juga sebagai desa yang mulai melahirkan produk olahan dengan merek sendiri, yang berpotensi menjadi ikon ekonomi lokal di masa depan. (Adm03/gopos)







