GOPOS.ID, MARISA — Polres Pohuwato mengingatkan panitia Drag Burn Line agar memastikan seluruh standar keselamatan terpenuhi sebelum ajang otomotif tersebut digelar di kawasan Blok Plan Pohuwato, 21–23 Agustus 2026.
Kepolisian mendukung penyelenggaraan kompetisi otomotif yang menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas dan meraih prestasi. Namun, dukungan itu disertai syarat utama yakni seluruh rangkaian kegiatan harus memenuhi standar keamanan dan keselamatan.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, mengatakan kepolisian pada dasarnya mendukung kegiatan kompetisi otomotif sebagai wadah bagi anak muda, untuk mengembangkan kreativitas dan meraih prestasi.
Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan penerapan prosedur keselamatan yang ketat. Menurutnya, keselamatan tidak hanya menyangkut pengemudi, tetapi juga kendaraan, lintasan, penonton hingga sarana dan prasarana pendukung.
“Orang mau berprestasi, pada dasarnya kami mendukung kegiatan kompetisi kreativitas anak muda untuk berprestasi, terutama di bidang otomotif. Namun, kami juga punya SOP dan manajemen keselamatan,” ujar AKBP Busroni, Minggu (16/08/2026).
AKBP Busroni menegaskan, seluruh standar keselamatan yang dimiliki panitia harus dipadukan dengan hasil analisis keamanan dari kepolisian. Sejumlah perlengkapan pengamanan juga harus dipastikan tersedia di sekitar lintasan.
Di antaranya water barrier, karung berisi pasir, serta material karet sebagai pengaman. Pengamanan lintasan, kata Busroni, tidak boleh hanya mengandalkan tali pembatas.
“Garis pembatas tidak hanya sekadar tali rafia dan sebagainya. Apalagi ini dibatasi dengan adanya saluran, sehingga diharapkan para penonton berada di samping saluran saja agar lebih aman,” ujarnya.
AKBP Busroni menyebut panitia sebelumnya telah melakukan presentasi dan memaparkan konsep pelaksanaan kegiatan kepada pihak kepolisian. Dari hasil paparan tersebut, Polres Pohuwato telah memberikan sejumlah masukan dan arahan terkait aspek keselamatan dan keamanan.
Kepolisian juga akan melakukan evaluasi apabila pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan SOP maupun rekomendasi yang telah diberikan.
“Kalau nanti sudah tidak sesuai dengan arahan kami, SOP ini tidak sesuai dengan arahan Polri, nanti kita evaluasi,” tegas AKBP Busroni
Karena Drag Burn Line tersebut bersifat nasional, proses perizinannya tidak hanya berada di tingkat Polres Pohuwato. Polres Pohuwato telah memberikan rekomendasi kepada Polda Gorontalo, dan selanjutnya panitia akan kembali memaparkan kesiapan kegiatan di tingkat Polda.
“Kami sudah memberikan rekomendasi ke Polda karena sifatnya nasional. Nanti dari panitia akan presentasi di Polda juga dan dikeluarkan izin dari Polda,” jelas Busroni.
Menurutnya AKBP Busroni, rekomendasi tersebut diberikan sepanjang panitia mampu memenuhi seluruh standar keselamatan dan manajemen keamanan yang telah disampaikan kepolisian.
Kepastian mengenai kesiapan pengamanan nantinya juga akan dilihat langsung di lokasi. Polisi akan memastikan kondisi lintasan, pembatas penonton, perlengkapan keselamatan serta sarana pendukung lainnya benar-benar sesuai dengan hasil paparan dan rekomendasi.
“Kami sudah merekomendasikan selama mereka sesuai dengan SOP dan beberapa manajemen keselamatan, serta manajemen keamanan yang kita sarankan terpenuhi. Pada saat presentasi nanti, kita lihat di lapangan seperti apa,” tutup AKBP Busroni (Yusuf/Gopos)







