GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Keluarga almarhum Muhamad Jeksen, seorang mahasiswa yang meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Diksar Mapala, kini menyampaikan keresahan mereka terkait penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan pihak kepolisian.Â
Dalam pernyataannya, kakak kandung almarhum Hikayat, menegaskan bahwa mereka merasa tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai perkembangan kasus ini.
Keluarga mengungkapkan rasa kecewa dan ketidakpuasan mereka, karena tidak menerima kabar terkait kasus ini sejak bulan April.Â
Mereka mengharapkan agar proses hukum dapat berjalan lebih cepat dan transparan.
“Isu tuntutan kami adalah agar pihak kepolisian dapat mempercepat penyelesaian kasus ini. Kami sudah lelah menunggu, selalu dijanjikan namun tidak ada realisasi,” ungkap kakak almarhum dengan nada penuh harap diwawancarai, Rabu (18-6-2026).
Rasa frustrasi ini semakin meningkat karena keluarga merasa bahwa kasus ini terkesan mangkrak dan pihak berwenang belum menunjukkan itikad baik dalam menuntaskan kasus ini.
Keluarga almarhum menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. Mereka berharap agar semua pihak yang terlibat, termasuk kepolisian dan kejaksaan, dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai perkembangan kasus.Â
“Kami ingin keadilan bagi Muhamad Jeksen. Kami berharap pihak kepolisian dapat bekerja lebih cepat dan menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan kasus ini,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Robin Talib dalam keterangannya menyatakan bahwa pihak kepolisian menyambut positif tuntutan pihak keluarga namun dalam hal ini pihaknya menjamin proses penyelidikan terus berlangsung dan berkomitmen untuk tidak memperlambat atau mempersulit perkara.Â
Selanjutnya pihak Kepolisan akan melakukan Jadwal rekonstruksi namun belum ditentukan kapan pelaksanaannya tetapi koordinasi akan dilakukan untuk mempersiapkan semua pihak yang terlibat. (Putra/Gopos)








