No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Penyelarasan Rencana Pembangunan Nasional-Daerah Menuju Indonesia Emas

Hasan by Hasan
Kamis 22 Agustus 2024
in Menyapa Nusantara
0
Sejumlah warga mengikuti upacara bendera Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/6/2024). Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni itu bertemakan Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Sejumlah warga mengikuti upacara bendera Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/6/2024). Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni itu bertemakan Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sudah di depan mata. Pada 27 November nanti, jutaan pemilih dari 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota akan menyalurkan suaranya untuk memilih sosok yang akan memimpin daerah masing-masing selama lima tahun mendatang.

Para calon kepala daerah yang akan maju ke Pilkada serentak wajib mengetahui persoalan-persoalan mendasar dalam pembangunan. Hal itu setidaknya menyangkut rencana pembangunan dan aturan keuangan pusat dan daerah menyusul perubahan-perubahan yang akan dilakukan.

Pemahaman masalah keuangan daerah menjadi mutlak bagi seorang kepala daerah yang baru terpilih. Berbagai perubahan tingkat nasional juga mesti diantisipasi karena akan berdampak sampai tingkat daerah.

Soal mendasar pertama dimaksud dalam artikel ini adalah akan hadir dan berlakunya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menggantikan yang lama. Meskipun, hingga akhir periode kedua masa jabatan Presiden Joko Widodo, RPJPN tersebut belum juga disahkan.

Untuk menggapai mimpi Tahun Emas 2045 yang ditargetkan akan dicapai pada dua dekade mendatang, keselarasan rencana pembangunan nasional dan daerah amat penting.

Kepemimpinan nasional baru akan terbentuk, di tingkat nasional secara resmi presiden dan wakil presiden akan dilantik pada Oktober 2024. Sedang kepala-kepala daerah baru akan resmi bekerja awal 2025 mendatang.

Mengingat Pilkada serentak segera berlangsung, tentu pasangan calon kepala daerah yang bakal bertarung kesulitan menyusun visi dan misi kampanyenya bila mesti mendasarkan diri pada RPJPN. Ini membuka kemungkinan mereka memilih untuk mendasarkan diri pada hal lain seperti tujuan dasar kemerdekaan.

Pada hakekatnya RPJPN merupakan acuan bagi RPJPD sehingga para pemimpin negara tingkat nasional dan daerah mempunyai arah dalam memimpin pembangunan. Mesti ada keselarasan rencana pembangunan di semua tingkat. Tanpa ada acuan itu bukan tak mungkin visi misi yang ditawarkan calon kepala daerah hanya untuk menyenangkan masyarakat dan meraih popularitas.

Meski demikian, muncul keganjilan di beberapa daerah. Di laman resmi beberapa pemerintah daerah, seperti Kabupaten Jember misalnya, muncul informasi bahwa Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jember 2025-2045 resmi disahkan menjadi Perda oleh eksekutif dan legislatif Kabupaten Jember pada Kamis malam 04 Juli 2024. (https://www.jemberkab.go.id/rpjpd-kabupaten-jember-2025-2045-resmi-disahkan/)

Kondisi demikian menurut Prof Ibnu Maryanto, anggota Dewan Pakar Agenda 45, merupakan keganjilan karena seharusnya perencanaan daerah mengacu pada perencanaan nasional.

Baca Juga :  Infografik: Daftar Kabinet RI Sejak Orde Baru hingga Reformasi

Kesulitan lain yang mesti diantisipasi calon kepala daerah adalah masalah keuangan di daerahnya. Berbagai perubahan tengah disiapkan dan sudah diselenggarakan menyangkut pajak, retribusi dan seterusnya.

Dalam Forum Group Discussion (FGD) bertopik “Memperkuat Otonomi Daerah Melalui Pemilihan Kepala Daerah” di Doho, Jember, Jawa Timur beberapa waktu lalu, seorang peserta menuturkan bahwa sejumlah kota di Jawa Timur akan mengalami perubahan pendapatan. Beberapa kota bakal mengalami kenaikan pendapatan, seperti Jember, namun sebaliknya beberapa daerah sekitarnya dapat mengalami penurunan.

Hal itu akan terjadi karena perubahan aturan pembagian penerimaan pajak kendaraan bermotor. Bila semula pemerintah provinsi menerima 60 persen sedang pemerintah kabupaten dan kota menerima sisanya. Aturan baru itu mengatur sebaliknya, sehingga pemerintah kota dan kabupaten menerima 60 persen.

Kondisi ini tentu menimbulkan perbedaan signifikan. Dalam aturan lama pemerintah provinsi menjalankan prinsip pemerataan dalam bentuk insentif fiskal. Namun dengan adanya aturan baru sejumlah daerah mungkin mengalami penurunan pendapatan karena jumlah kendaraan bermotor yang ada sedikit. Sedangkan kota dan kabupaten dengan kendaraan bermotor besar mungkin mendapat keuntungan dari aturan keuangan baru itu.

Penerapan prinsip keadilan tersebut dapat diartikan sebagai wujud gotong-royong antardaerah. “Tapi kini tak ada, daerah yang jumlah kendaraannya kecil APBD-nya malah bisa merosot, sebaliknya kabupaten dan kota yang jumlah kendaraannya banyak akan diuntungkan,” ujar Widarto, politisi PDI Perjuangan yang terpilih menjadi anggota DPRD Jember periode 2024-2029.

Komposisi pembagian hasil pajak yang baru itu bukanlah satu-satunya faktor yang akan menentukan besarnya pendapatan daerah tertentu. Mesti juga diamati beberapa perubahan lain yang juga akan ikut menentukan berapa besar pendapatan sebuah kabupaten dan kota kelak. Perubahan-perubahan yang mungkin akan timbul oleh pemberlakuan UU No:1/2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah penting dicermati.

UU ini mengatur mengenai lingkup hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang meliputi: 1) pemberian sumber penerimaan daerah berupa pajak dan retribusi; 2) pengelolaan Transfer ke Daerah/TKD; 3) pengelolaan belanja daerah; 4) pemberian kewenangan untuk melakukan pembiayaan daerah; dan 5) pelaksanaan sinergi kebijakan fiskal nasional.

Selama ini salah satu indikator yang kerap dibicarakan adalah prosentase Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA). Apabila prosentasenya tinggi kinerja pemerintah daerah tersebut dinilai buruk.

Baca Juga :  Bahasa Tubuh dan Candaan: Momen Rocky Gerung di Hadapan Prabowo

SILPA terjadi karena ada selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama 1 (satu) periode. Tentu disesalkan bila terjadi apalagi dalam porsi yang besar.

Pada dasarnya pemerintahan yang berkualitas adalah adanya kesesuaian antara rencana anggaran dengan realisasinya. Namun pada kenyataannya tidak selalu demikian karena adanya berbagai hal yang mesti diatasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Bahkan menurut Widarto, sisa anggaran itu sebenarnya harus ada untuk kelancaran jalannya roda pemerintahan di masa anggaran tahun depannya.

Hal ini bisa dimaklumi karena keuangan daerah sangat bergantung kepada kelancaran transfer dari pemerintah pusat. Dalam kurun waktu satu tahun ada masa transisi di mana kas pemerintah daerah belum mendapatkan kiriman dana untuk biaya rutin terutama gaji pegawai negeri.

Dana SILPA itu bisa dimanfaatkan untuk lebih dahulu membayar kewajiban gaji tersebut. Kekosongan kas seperti itu biasanya terjadi pada bulan Januari dan Februari saat memasuki tahun anggaran baru.

Di wilayah Provinsi Jawa Timur, kota dan kabupaten yang bisa mandiri karena PAD-nya besar hanya beberapa seperti Kota Surabaya dan Bojonegoro.

Silpa di Bojonegoro pernah mencapai 30%. Hal itu tentu terlalu besar kendati kebutuhan rutin termasuk gaji PNS dan anggota DPRD telah tercukupi kemajuan. Bisa saja SILPA ditekan seminim mungkin dengan syarat ada kelancaran penerimaan dana dari pemerintah pusat.

Kesengajaan membiarkan SILPA tinggi karena dana DAU dan DAK baru muncul mendekati pertengahan tahun anggaran. Pelaksanaan rencana pembangunan kerap baru mulai setelah bulan Agustus atau malah mendekati akhir tahun anggaran. Oleh sebab itu perlu reformasi regulasi keuangan sehingga diharapkan DAU dan DAK dapat diturunkan di awal tahun.

Namun pada intinya para calon kepala daerah dan juga anggota-anggota DPRD mesti mempelajari dengan baik masalah keuangan daerah. UU HKPD 2022 akan mengatur kembali masalah perpajakan dan retribusi daerah.

Saat ini aturan hukum ini masih dalam tahap transisi dan implementasi bertahap di Indonesia.

UU ini bertujuan untuk memperbaiki hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, dengan fokus pada pengurangan ketimpangan vertikal dan horizontal, simplifikasi pajak dan retribusi daerah, serta peningkatan kualitas belanja daerah.

*) Donny Iswandono adalah Pegiat Kelompok Masyarakat Sipil Agenda 45

Sumber: Antara

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

Bersama Kementerian PUPR RI, Komisi III Deprov Bahas Kemiskinan Ekstrem di Gorontalo

Next Post

Eks Pejabat Pemprov Gorontalo Jadi Tersangka Penipuan Miliaran Rupiah

Related Posts

Menyapa Nusantara

Memberantas Korupsi, Menjaga Integritas dan Marwah Perguruan Tinggi

Selasa 22 September 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara kepada pers setelah pertemuan koordinasi terbatas mengenai percepatan pengembangan bioetanol dengan 44 regent dari berbagai pusat produksi di Jakarta, Senin (21 September 2026). (ANTARA/M. Harianto
Menyapa Nusantara

Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Industri Bioetanol

Selasa 22 September 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: SPHP Beras Ditambah 1 Juta Ton

Senin 21 September 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dihadiri perwakilan negara sahabat, duta besar, tokoh pendidikan, dan ribuan alumni lintas angkatan tersebut digelar untuk memperingati satu abad berdirinya Ponpes Gontor sekaligus menegaskan peran pesantren modern dalam pengembangan pendidikan, keilmuan, dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/YU
Menyapa Nusantara

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

Sabtu 19 September 2026
Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)
Menyapa Nusantara

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar, Inovasi Anak Negeri

Minggu 13 September 2026
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Next Post
ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]

Eks Pejabat Pemprov Gorontalo Jadi Tersangka Penipuan Miliaran Rupiah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Tim Resmob Saronde, Polres Gorontalo Utara berhsil mengamankan seorang pria berinisial ID terduga pelaku. (foto.istimewa)

    Terduga Pelaku Kematian Guru ASN di Tolinggula Diamankan Tim Resmob Saronde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Perzinahan Owner Gadai di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Kode Etik, Satbrimob Polda Gorontalo PTDH Tiga Personelnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Gabungan Amankan 80 Karung Diduga Sianida Asal Filipina di Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.