GOPOS.ID, MARISA – Pemerintah Kabupaten Pohuwato memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Merdeka Festival Tumbilotohe yang digelar Forum Karyawan Lokal (FOKAL) bersama perusahaan Pani Gold Mine.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahim dan dinilai sebagai langkah konkret dalam melestarikan tradisi lokal bernuansa religius di bulan Ramadan, Selasa (17/03/2026).
Apresiasi itu disampaikan Arman Mohamad yang mewakili Bupati Pohuwato saat pembukaan festival. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati yang belum dapat hadir karena tengah mengikuti agenda penting bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk pembahasan perencanaan pembangunan tahun 2027.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada FOKAL atas inisiatif pelaksanaan Merdeka Festival Tumbilotohe ini. Kegiatan ini sangat positif dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya yang bernuansa Islam di bulan Ramadan,” ujar Arman.
Ia turut mengapresiasi dukungan penuh dari manajemen Pani Gold Mine, yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut sehingga dapat terlaksana dengan baik.
Menurut Arman, tradisi tumbilotohe memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Tradisi ini awalnya bertujuan untuk menerangi jalan menuju tempat ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, sekaligus menjadi simbol pencerahan hati umat Islam dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Cahaya lampu dalam tumbilotohe melambangkan cahaya hati. Diharapkan di penghujung Ramadan, hati kita menjadi bersih dan kembali fitrah setelah menjalankan ibadah puasa,” jelas Arman
Dalam festival tersebut, panitia menggelar sejumlah lomba yang melibatkan anak-anak dan remaja, seperti lomba adzan, video reels tumbilotohe, mohungguli tumbilotohe, serta da’i cilik. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp25 juta, dengan pendaftaran dibuka gratis bagi masyarakat.
Festival yang berlangsung pada 16 hingga 18 Maret 2026 itu semakin semarak dengan pemasangan sekitar 5.000 lampu botol yang menghiasi area masjid, menciptakan suasana religius sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Semoga festival tumbilotohe seperti ini menjadi agenda tahunan, dengan konsep yang lebih matang ke depannya,” ungkap Arman
Sementara itu, perwakilan manajemen Pani Gold Mine, Dimas Yapanto, juga menyampaikan apresiasi kepada FOKAL atas terselenggaranya festival tersebut. Ia mengaku bangga melihat peran aktif putra daerah dalam menjaga tradisi.
“Manajemen menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada FOKAL. Kami bangga memiliki generasi muda yang tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah,” tutup Dimas (Yusuf/Gopos)








