GOPOS.ID, DENGILO – Pemerintah Kecamatan Dengilo bersama pemerintah Desa Popaya dan kelompok penambang rakyat, bergerak menutup sejumlah kubangan bekas galian tambang yang dinilai membahayakan fasilitas umum serta permukiman warga, Sabtu (23/05/2026).
Penimbunan dilakukan pada titik-titik galian yang telah mendekati jalan desa, area sekolah, dan rumah warga. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah kecamatan menggelar rapat bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pihak IR Team dan YR Team untuk membahas dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan sekitar.
Camat Dengilo, Noneng Ahmad, mengatakan penutupan kubangan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk mencegah risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Menurutnya, aktivitas penggalian yang terus dilakukan di sekitar fasilitas umum menyebabkan struktur tanah semakin tergerus dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih luas jika tidak segera ditangani.
“Kami sepakat kubangan yang sudah mendekati fasilitas umum harus segera ditutup kembali. Hari ini pekerjaan sudah mulai dilakukan dengan dukungan IR Team dan YR Team,” ujar Noneng.
Ia juga mengingatkan para penambang tradisional agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan menggunakan semprotan air di area dekat fasilitas umum. Pemerintah kecamatan menilai aktivitas tersebut mempercepat erosi tanah dan meningkatkan ancaman longsor.
“Kalau terus dibiarkan, tanah akan semakin terkikis dan dampaknya bisa mendekati jalan, sekolah, bahkan rumah warga,” tegas Noneng
Sementara itu, Koordinator Pengendalian Dampak, Ikbal Rasyid, menyebut normalisasi dan penutupan bekas galian merupakan bagian dari tanggung jawab sosial para penambang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Ia menegaskan aktivitas pertambangan rakyat tetap harus memperhatikan keselamatan warga dan tidak boleh menimbulkan kerusakan yang merugikan masyarakat luas.
“Silakan menambang, tetapi jangan sampai merusak lingkungan atau mengancam fasilitas umum. Penutupan bekas galian ini adalah bentuk kepedulian bersama,” kata Ikbal.
Dirinya berharap seluruh penambang dapat menerapkan pola kerja yang lebih ramah lingkungan serta mengedepankan keselamatan masyarakat dalam setiap aktivitas penambangan.
“Kami ingin pertambangan rakyat tetap berjalan, tetapi dengan cara yang lebih tertib dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,” tutup Ikbal (Adv/Yusuf/Gopos)








