GOPOS.ID, BATUDAA PANTAI – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan komitmennya atas kelangsungan pasokan kebutuhan BBM menyusul aspirasi dari pihak asosiasi nelayan di Kabupaten Gorontalo.
Hal itu ditegaskan langsung Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat rakor yang digelar di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (3/10/2026).
Sebelumnya, Asosiasi nelayan telah mendesak Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo agar menerbitkan surat rekomendasi resmi hingga ke pihak Pertamina demi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Pasalnya tanpa rekomendasi teknis tersebut para nelayan kecil sulit mendapat akses BBM bersubsidi yang digunakan untuk melaut. Kepastian pasokan ini menyangkut langsung penghidupan para nelayan karena tanpa BBM, mereka tak bisa melaut dan pendapatan keluarga nelayan pun terhenti.
“Apa yang menjadi kendala nelayan hari ini, termasuk ketersediaan bahan bakar dan pengolahan hasil tangkapan, sedang disiapkan solusinya secara terpadu melalui program nasional Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Sofyan.
Saat ini, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, telah menunjukkan progres signifikan berkisar 70 hingga 90 persen. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pelayanan terpadu: sarana penyediaan BBM, cold storage, hingga sentra pengolahan hasil laut pascatangkap.
Pemkab Gorontalo, kata Sofyan, telah mengusulkan perluasan program tersebut agar mencakup seluruh garis pantai Kabupaten Gorontalo di tiga kecamatan pesisir pada 2027.
Sofyan juga menyoroti tantangan regulasi batas kewenangan laut. Sesuai aturan, perairan 0–12 mil berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Koordinasi dengan Pemprov Gorontalo dan kementerian terus diperkuat agar operasional Kampung Nelayan Merah Putih berjalan optimal.(alexagopos)








