No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

MUHAMMADIYAH DI GORONTALO

Putra Tangahu by Putra Tangahu
Sabtu 18 November 2023
in Gorontalo
0
foto ibu-ibu pengurus Aisyiah Bongomeme saat Milad Muhammadiyah ke 40 (tahun 1952).

foto ibu-ibu pengurus Aisyiah Bongomeme saat Milad Muhammadiyah ke 40 (tahun 1952).

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh : Funco Tanipu

Di Gorontalo, Muhammadiyah telah berdiri sejak tanggal 18 November 1928 sedangkan NU baru berdiri tahun 1938, berarti terpaut 10 tahun. Pendirian Muhammadiyah di Gorontalo diresmikan langsung Sekretaris Hoofdbestuur atau Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mohamad Junus Anis.

Setahun kemudian, terbentuklah Komite Pendiri Muhammadiyah sejumlah 11 orang yakni Jusuf Otoluwa, Ahmad Buji, Husasi Akase, Umar Basalama, Muhammad Dunggio, Muhsin Mohammad, Haji Muhammad Said, Tom Olii, Utina H Buluati, Abdulah Van Grey dan Baowe Nasaru.

Dari Komite tersebut, terpilihlah Tom OliI sebagai Ketua, Jusuf Otoluwa sebagai Wakil Ketua, Mohamad Dunggio sebagai Sekretaris, Muhsin Mohamad sebagai Bendahara, dan komisaris masing-masing Haji Yusuf Abas, Umar Basalama, Husain Akase, Mursyid Mohi, Y Kamaru dan Marl Baladraf.

Di tahun 1930, ikut berdiri Aisyiah Cabang Gorontalo dengan Ketua yakni Marie Lamadilaw, Marie Dambea sebagai Wakil Ketua, Marie Suleman sebagai Sekretaris, Zubaedah Dungga sebagai bendahara, dan komisaris diantaranya Zenab Saboe, Hadijah Husa, Saripah Baga, Hawa OliI dan Ida Dunda.

Muhammadiyah juga memiliki sekolah terkenal di Yogyakarta yang bernama Mualimin Muhammadiyah, beberapa siswa dan siswi yang pernah menimba ilmu di perguruan tersebut adalah Prof. Mince Kasim (ibu dari Pak Farid Musa) dan, Alm. Zubair Modanggu (ayah dari Pak Thariq Modanggu).

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Azhar Basyir pertama kali pernah menjadi Guru Mualimin yang ditempatkan di Gorontalo. Demikian halnya dengan ayahanda dari Prof. Amien Rais yang pernah menjadi Guru Mualimin di Gorontalo.

Baca Juga :  Dr. Udin Hamim Pendaftar Terakhir Bakal Calon Rektor UNG

Di Gorontalo sendiri, secara umum Muhammadiyah itu “terpilah” dua, yakni Muhammadiyah dan Muhammadiyah “Karas”. Disebut “karas” itu karena mungkin lebih ketat dalam memegang aturan-aturan yang telah ditetapkan Majelis Tarjih dan Tajdid. 

Pada survey yang dilakukan oleh Pusat Inovasi UNG pada tahun 2022, ada sekitar 7 % responden yang mengaku sebagai anggota Muhammadiyah. Sedangkan yang mengaku sebagai anggota Nahdlatul Ulama hanya sekitar 27 %. Itu berarti lebih dari 60 % warga Gorontalo yang tidak merasa sebagai anggota kedua organisasi tersebut. 

Data diatas menunjukkan hal yang unik, bahwa secara nasional NU itu sekitar 75 %, dan Muhammadiyah sekitar 5 %. Ada perbedaan yang jauh antara data nasional dan lokal terkait jumlah warga yang mengaku sebagai anggota NU. Kalau angka Muhammadiyah terpaut sedikit. 

Padahal, jika melihat pada kultur Gorontalo, secara garis besar lebih condong ke tradisi Nahdlatul Ulama, namun yang merasa berafiliasi sebagai anggota organisasi NU hanya dibawah 30 %. Berarti NU Gorontalo cenderung pada NU Kultural dibandingkan dengan NU yang sifatnya struktural.

Pertanyaan ini tentunya menjadi refleksi bagi NU itu sendiri, mengapa ada sebagian besar orang Gorontalo yang memiliki tradisi NU tapi tidak mengaku sebagai warga organisasi NU? 

Berbeda dengan Muhammadiyah, pencatatan dan administrasi keanggotaannya harus diakui lebih rapi dibandingkan NU. Demikian pula pengelolaan organisasi yang linier dengan perkembangan mutakhir.

Baca Juga :  Apa yang Ngana Rasa-rasa Ini

Muhammadiyah Gorontalo pun harus diakui basis geografisnya kurang luas, misalnya ada beberapa titik seperti Wonggaditi, Sipatana, Limehe, Batudaa, Pentadio dan beberapa titik lainnya. Namun, seiring dengan perkembangan tata ruang dan pola permukiman, anggota-anggota Muhammadiyah mulai tersebar ke seluruh Gorontalo. Demikian pula dengan basis-basis institusi seperti kampus-kampus di Gorontalo. Anggota Muhammadiyah banyak dan bahkan mayoritas di kampus seperti UNG dan IAIN Sultan Amai. Apalagi ditambah dengan berdirinya kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Hal ini terlihat pada kemajuan Muhammadiyah secara organisasional. Hingga hari ini, secara nasional Muhammadiyah membukukan jumlah Sekolah Dasar (SD) sekitar 1128 unit, Madarsah Ibtidaiyyah (MI) 1768 unit, Sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) 1179 unit, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 534 unit, Sekolah Menengah Umum (SMU) 509 unit, Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) 249 unit, Madrasah Aliyah (MA) 171 unit dan 143 Perguruan Tinggi Muhammadiyah. 

Jumlah diatas tentu bukan saja angka semata, tapi juga sebagai bentuk optimisme dan sumbangsih untuk nusa dan bangsa.

Tentunya data antara Muhammadiyah diatas termasuk NU bukanlah menjadi sebuah alasan untuk terus “berbeda”, tapi menjadi titik kolaborasi yang lebih apik dalam membangun Gorontalo. Narasi-narasi terkait perbedaan yang selama ini terjadi tidak bisa dijadikan sebagai pembeda hingga berlawanan arah, tapi menjadi pemacu semangat untuk terus melakukan pengkajian lebih mendalam.

Selamat Milad Muhammadiyah ke 111 (1912), semoga menjadi salah satu obor yang bisa menerangi peradaban Gorontalo.

Tags: Funco TanipuMuhammadiyah Gorontalo
Previous Post

Dorong Pengembangan UMKM, Mahasiswa MSIB Luncurkan Website Desa Ulantha

Next Post

Viral Stiker Parpol di Mobnas, Bawaslu Kota Gorontalo Akan Telusuri

Related Posts

Gorontalo

Pengemudi Bentor Mengeluh ke Gubernur, Ada Samsat “Minta Uang” Tambahan saat Pemeriksaan Kendaraan

Kamis 15 Oktober 2026
Gorontalo

Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP Tahun 2026 

Kamis 15 Oktober 2026
Kandora Coffee, UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang dipimpin Arni Pabunga, membawa cita rasa kopi Toraja ke panggung perdagangan internasional melalui partisipasinya dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026.
Gorontalo

Pertamina Bawa Kandora Coffee ke Trade Expo Indonesia 2026, Kopi Toraja Bidik Pasar Global 

Rabu 14 Oktober 2026
Gorontalo

Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

Rabu 14 Oktober 2026
Gorontalo

Penyalahgunakan Izin Tinggal, Imigrasi Gorontalo Deportasi 3 WNA Cina  

Selasa 13 Oktober 2026
Gorontalo

BMKG: Kualitas Udara di Gorontalo Tidak Sehat Akibat Asap Karhutla

Senin 12 Oktober 2026
Next Post
Beredar potongan vidio yang dimana memperlihatkan mobil dinas plat merah DM 7 A yang diduga milik salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo terlihat memasang stiker logo partai beserta nomor urut

Viral Stiker Parpol di Mobnas, Bawaslu Kota Gorontalo Akan Telusuri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 1313/Pohuwato Perintahkan Pemeriksaan Kesehatan dan Fisik Calon Prajurit TNI AD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.