No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Menikmati Keindahan Wisata Paralayang di Desa Lomuli, Pohuwato

Muhajir by Muhajir
Sabtu 21 November 2020
in Gorontalo
1
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Wisata paralayang kini hadir di Kabupaten Pohuwato. Lokasinya di Bukit Lelato, Desa Lomuli, Kecamatan Lemito. Selain memacu adrenalin, wisata paralayang turut menyajikan pemandangan alam yang memikat hati.

Muhajir S Matulu, Lemito

Mentari terus berajak meninggi di atas cakrawala Kabupaten Pohuwato. Berada di dekat garis khwatulistiwa membuat daerah berjulukan Bumi Panua itu memiliki suhu yang cukup panas.

Meski begitu, kondisi tersebut ini tak menyurutkan animo warga Desa Lomuli, Kecamatan Lemito. Walaupun harus berdiri di bawah terik matahari, mereka tetap antusias berkumpul di tanah lapang di desa tersebut. Menyaksikan sebuah sejarah baru dalam lembaran perjalanan sejarah Desa Lomuli.

Rabu, 11 November 2011, untuk pertama kalinya wisata olahraga paralayang hadir di Desa Lomuli. Tepatnya di Bukit Lelato. Olahraga terbang bebas menggunakan parasut ini berada pada ketinggian 460 meter di atas permukaan laut (MDPL). Untuk mencapai puncak Bukit Lelato, dibutuhkan waktu berjalan kaki hingga satu jam lebih. Kondisi jalan yang curam dan menanjak membuat perjalanan begitu menguras tenaga.

Baca Juga :  Pemda Pohuwato Siaga Bencana Jelang Akhir Tahun

Dari atas Bukit Leato, panorama ditawarkan sangat memukau. Pemandangan Kecamatan Wanggarasi, Lemito dan Popayato ditambah birunya lautan begitu memikat hati.

Kepala Desa Lomuli, Abdul Kadir Yunus turut mencoba penerbangan perdana paralayang di Lomuli.

Pukul 11.00 Wita, siang itu, Kepala Desa Lomuli, Abdul Kadir Yunus turut mencoba penerbangan perdana paralayang di Lomuli. Abdul Kadir lepas landas menggunakan parasut dari puncak Bukit Lelato bersama master paralayang, Haruman Jingga, yang didatangkan dari Jawa Barat.

“Bahagianya saya menikmati paralayang melihat pemandangan di bawah kecamatan Popayato sampai Wanggarasi. Luar biasa dan ini terwujud di desa saya sendiri,” cerita Abdul Kadir.

Abdul Kadir tidak pernah menduga bisa merealisasikan paralayang di desanya. Ia mengaku terinspirasi menggagas wisata paralayang di Desa Lomuli setelah studi banding di wilayah Jawa. “Saya terinspirasi kenapa di Jawa bisa di sini tidak bisa (membuat paralayang),” ungkap Abdul Kadir.

Baca Juga :  Kolonel Inf. Amrin Ibrahim Jabat Danrem 133/NWB Gorontalo

Melayang di ketinggian menggunakan paralayang menjadi sensasi tersendiri bagi Abdul Kadir. Ia pun sempat meneriakkan yel-yel hidup Desa Lomuli, sesaat akan mendarat.
Teriakan Kadir direspon warga Lomuli dengan tepukan tangan. Ia pun dihampiri serta dikelilingi warganya.

Abdul Kadir Yunus mendarat dengan menggunakan parasut kemudian dihampiri oleh warganya.

“Terima kasih warga Lomuli, tanpa dukungan dan doa kalian wisata ini takkan terwujud,” ungkap Kadir dengan wajah bersuka cita.

Kadir mengatakan bakal terus mengembangkan wisata paralayang di Lomuli. Ia berencana mengirim 4-5 anak muda di Lomuli untuk berlatih paralayang di Jawa. “Mereka nanti akan jadi master paralayang di Lomuli,” imbuhnya.

Selain itu, Kadir berharap wisata paralayang dapat berkembang dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk anggaran. Ia berencana membangun kareta gantung di tahun 2021 sebagai solusi sulitnya akses jalan menuju puncak Bukit Lelato.

“Semoga hadirnya wisata paralayang bakal meningkatkan ekonomi warga Lomuli,” kata Kadir penuh harap.(*)

Tags: Desa LomuliPohuwatoWisata Paralayang
Previous Post

Fadel Muhammad: Empat Pilar Kebangsaan Kekuatan Indonesia

Next Post

Desa Kendalrejo Srengat Wakili Blitar di Lomba Desa Tangguh Tingkat Provinsi

Related Posts

Perwakilan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo menerima penghargaan PROPER Biru sebagai apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjaga kepatuhan dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan. (Foto.istimewa)
Gorontalo

Pengelolaan Lingkungan Jadi Perhatian, PLN Nusantara Power UP Gorontalo Kantongi PROPER Biru

Rabu 26 Agustus 2026
PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo menerima Penghargaan PROPER Peringkat Biru Periode 2023–2024 sebagai apresiasi atas konsistensi dalam memenuhi kewajiban dan menjaga kinerja pengelolaan lingkungan.(foto.istimewa)
Gorontalo

Kinerja Gemilang, PLN Nusantara Power UP Gorontalo Raih Apresiasi PROPER Biru

Selasa 25 Agustus 2026
Posko pendaftaran beasiswa Milan Amrullah bekerjasama dengan Karang Taruna Bone Bolango dan Elnino Center.
Gorontalo

Buka Posko Pendaftaran Beasiswa, Milan Amrullah Salurkan 100 Seragam Sekolah hingga Pedalaman Mongiilo

Selasa 25 Agustus 2026
Gorontalo

Mahasiswi Meninggal di kos-kosan Diduga Punya Riwayat Penyakit Jantung

Selasa 25 Agustus 2026
Gorontalo

Identitas Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Kos-kosan

Selasa 25 Agustus 2026
Gorontalo

Flash News: Mayat Perempuan Ditemukan di Kos-Kosan Dulalowo Timur

Selasa 25 Agustus 2026
Next Post

Desa Kendalrejo Srengat Wakili Blitar di Lomba Desa Tangguh Tingkat Provinsi

Comments 1

  1. Mirdayani berkata:
    Rabu 23 Februari 2022 pukul 10:55 am

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakah, Mohon maaf sebelumnya. Tahun take-off. 2011. Demikian. Wassalam.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Mahasiswi Meninggal di kos-kosan Diduga Punya Riwayat Penyakit Jantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Flash News: Mayat Perempuan Ditemukan di Kos-Kosan Dulalowo Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik Calon Mahasiswa, Desil 1–4 Berpeluang Kuliah dengan KIP di UNBITA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Kos-kosan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Japan.nus-Ehime Siap Alih Teknologi Kelola Limbah dan Persampahan Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.