Penulis. Bayu Harundja, Mahasiswa Hukum, Universitas Negeri Gorontalo – Refleksi Hari Perawat Sedunia
TUAN dan puan di DPR apa kabar? Semoga baik-baik saja. Dengan hormat kami selaku rakyat ingin berpendapat melalui suara-suara yang dibungkam. Ditengah pandemi Covid-19 kami hanya bisa bersuara dalam bentuk tulisan dengan diboncengi media.
Apakah tuan dan puan masih tetap saja nekat membahas RUU bermasalah di tengah-tengah negeri sedang diserang wabah?
Tuan dan puan yang berada di senayan, dengan hormat kami ingin menyampaikan tepat pada hari ini 12 mei kita memperingati hari perawat sedunia.
Berbicara tentang perawat, saat ini mereka adalah pejuang yang sesungguhnya. Mereka yang saat ini berjuang di garis depan dengan rasa kemanusiaan tinggi rela mati dan berkorban demi kesehatan kita bersama.
Sudah sepatutnya kita menghargai perjuangan mereka dengan tetap berada dirumah untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19.
Kami selaku rakyat sudah patuh pada kebijakan pemerintah yang menerapkan Peraturan Pemerintah No 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tetap bekerja dari rumah dan melakukan aktivitas apa saja di rumah guna membantu para perawat berjuang digaris depan untuk menangani penyebaran virus.
Tapi justru tuan dan puan yang berada di DPR yang tidak patuh, justru tuan dan puan yang di senayan tetap nekat membahas RUU bermasalah yang sangat merugikan rakyat.
Apakah tuan dan puan tidak mengingat kejadian di tahun lalu? Ketika tuan dan puan diserbu mahasiswa dan masyarakat dalam aksi menolak RUU KUHP yang dinilai bermasalah.

Selain itu tuan dan puan saat ini justru menambah kebijakan-kebijakan yang dinilai mempunyai kepentingan tersendiri. Apa kabar dengan RUU Omnibus Law? Sebuah RUU yang tuan dan puan namakan RUU Cipta Kerja. Serta apa kabar juga dengan RUU Minerba? Kami tahu tuan dan puan saat ini mengadakan rapat tertutup untuk membahas RUU yang bermasalah.
Tuan dan puan yang di DPR, tuan dan puan adalah wakil rakyat dipilih melalui suara rakyat dan bekerja untuk rakyat. Tapi justru tuan dan puan semena-mena menggunakan hak untuk menyengsarakan rakyat dengan nekat membahas RUU yang merugikan rakyat.
Baca juga: Update Covid-19 Gorontalo, Senin [11/5/2020]: 6 Pasien Sementara Dirawat, Ini Daftar Pasien yang Sembuh
Seharusnya tuan dan puan menggunakan anggaran rapat untuk membantu para perawat dan tenaga medis untuk menangani pandemi covid-19 bukan membuang-buang anggaran hanya untuk membahas RUU yang kontra dengan rakyat.
Kami selaku rakyat yang peduli akan negeri ini tetap akan menolak kebijakan tuan dan puan karena “Vox populi vox dei” suara tuhan adalah suara rakyat. Kebijakan tuan dan puan sama saja tidak menghargai perjuangan tenaga medis dan para perawat yang berjuang.
Ketahuilah tuan dan puan yang berada di DPR “Salus populi suprema lex esto” keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tuan dan puan seharusnya fokus pada penangan virus agar penanganan cepat selesai dan negeri ini kembali seperti semula.
Atasi virus cabut kebijakan RUU bermasalah, kami tetap akan menolak RUU yang bermasalah karena sangat merugikan rakyat. Apakah nyawa para perawat dan tenaga medis yang sudah gugur tuan dan puan sia-siakan?
Seharusnya tuan dan puan sadar bahwa keadaan negeri ini sedang genting mari bantu tenaga medis dan para perawat untuk menangani virus. Jika rakyat disuruh menaati peraturan yang ada, apa kabar dengan tuan dan puan yang disenayan?
Justru tuan dan puan melanggar Surat Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang larangan untuk berkumpul untuk mencegah penyebaran virus. Tuan dan puan adalah representatif dari suara rakyat jangan menggunakan suara rakyat dengan semena-mena untuk merugikan rakyat.
Seharusnya kita sama-sama berjuang membantu tenaga medis dan para perawat untuk berjuang digaris depan demi keselamatan kita bersama.
Di akhir tulisan ini, dalam memperingati hari perawat sedunia mari kita doakan para perawat yang telah gugur dan yang sedang berjuang untuk menanganani pandemi covid-19. Dan juga kita harus mendesak DPR untuk atasi virus cabut kebijakan membahas RUU bermasalah. (*)