No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Keunikan Hagia Sophia, Awalnya Gereja, Masjid, Museum, Kembali Jadi Masjid Lagi

Hasan by Hasan
Minggu 12 Juli 2020
in Nasional
0
129
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID –  Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menandatangani dekrit mengubah status Hagia Sophia. Dari sebelumnya museum kembali menjadi masjid. Hagia sophia merupakan salah satu warisan dunia yang memiliki sejumlah keunikan. Berikut keunikan situs sejarah yang masuk daftar UNESCO itu.

  1. Bangunan Tertua di Dunia

Hagia Sophia atau disebut pula Ayasofya merupakan ikon Kota Istanbul, Turki. Hagia Sophia merupakan salah satu bangunan tertua di dunia. Usianya mencapai 1.500 tahun. Hagia Sophia dibangun sekitar 360 Masehi oleh Kaisar Bizantium Constantinus II.

Hagia Sophia juga termasuk salah satu bangunan dengan kubah terbesar di dunia. Bentang kubah Hagiah Sophia sepanjang 180 kaki atau setara 54 meter.

Hagia Sophia, yang awalnya gereja lalu menjadi masjid, museum dan kembali masjid lagi. (Image by Andreas Lubitz from Pixabay)
  1. Perpaduan Dua Agama

Pada awal pendirian oleh Kaisar Bizantium Constantinus II, Hagia Sophia difungsikan sebagai gereja Kristen Ortodoks. Namanya Gereja Magna Ecclesia atau Gereja Agung, karena memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan gereja-gereja lainnya di Kota Konstantinopel.

Setelah Kota Kostantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II (Muhammad Al-Fatih) dari Kesultanan Utsmani pada 29 Mei 1453, Gereja Magna Ecclesia diubah menjadi Masjid Ayasofya. Perubahan menjadi masjid dilakukan dengan menambahkan mihrab, air mancur sebagai tempat wudhu, menara untuk tempat adzan, serta menutup ornamen gereja dengan kaligrafi.

Baca Juga :  Siap-siap, 254 Ribu Kouta CPNS Dibuka Pasca Lebaran

Saat dijadikan museum oleh Kemal At-Turk pada 1934, sebagian cat dan penutup ornamen gereja dibuka. Hal itu membuat Hagia Sophia menjadi satu-satunya bangunan di dunia yang menampilkan kaligrafi Allah dan Muhammad bersanding dengan gambar Yesus Kristus dan Bunda Maria.

Masjid Ayasofya
Perpaduan oranamen Agama Islam dan Kristen yang menyatu di Hagia Sophia, Turki. (Image by İ. A. from Pixabay)

Baca juga: 86 Tahun Sebagai Museum, Presiden Turki Kembalikan Hagia Sophia Jadi Masjid

  1. Dua Kali Dibakar

Pada pendirian pertama, Hagia Sophia dibangun beratap kayu. Pada 404 Masehi, Hagia Sophia dibakar akibat kerusuhan di Konstantinopel. Kaisar Theodosios II membangun kembali Hagia Sophia, dengan struktur yang baru dan selesai pada 415.

Setelah hampir satu abad, Hagia Sophia kembali dibakar dalam pemberontakan Nika pada 532 Masehi. Kasiar Yustinus I selanjutnya melakukan pembongkaran dan kemudian membangun kembali Hagia Sophia. Pembangunan kembali Hagia Sophia dilakukan oleh arsitek Isidore dari Melitus, dan Anthemius dari Tralles. Pembangunan memakan waktu selama 5 tahun. Setelah selesai pada 537, Hagia Sophia berdiri hingga saat ini.

  1. Dikunjungi Tiga Juta Wisatawan Setiap Tahun

Hagia Sophia menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Setelah dijadikan museum oleh Mustafa Kemal Atturk dan dibuka untuk umum pada 1935, jumlah wisatawan yang datang mengunjungi Hagia Sophia terus meninggkat.

Baca Juga :  Dorce Gamalama Tutup Usia

Saat ini sedikitnya tiga juta wisatawan datang untuk melihat keunikan warisan dunia yang masuk dalam daftar UNESCO itu. Setiap pengunjung museum, diwajibkan membayarkan tiket masuk seharga Rp100 ribu per orang.

 

  1. Kembali Menjadi Masjid

Pada 10 Juli 2020, Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan mengeluarkan dekrit yang mengubah status Hagia Sophia. Dari sebelumnya museum kembali menjadi masjid Ayasofya. Perubahan status ini dilakukan Recep Tayyep Erdogan berdasarkan putusan Pengadilan Turki.

Sebelumnya wacana perubahan status Hagia Sophia kembali menjadi masjid telah bergulir sejak 7 tahun lalu. Sejumlah aktivitis dan masyarakat mendesak agar peninggalan Sultan Mehmed II itu dikembalikan kembali fungsinya sebagai masjid. Akan tetapi tak mudah bagi pemerintah Turki untuk segera mengubah status Hagia Sophia. Reaksi protes terhadap wacana itu ikut bergulir. Bahkan dunia internasional ikut memberi tekanan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mendesak agar Turki tidak menjadikan Hagia Sophia menjadi masjid. Pompeo meminta agar Hagia Sophia tetap sebagai museum.(adm-02/gopos)

Sumber: history; wikipedia; republika

Tags: AyasofyaGereja Kristen OrtodoksHagia SophiaMasjidMuseumTurki
Previous Post

Kasus DBD di Kabupaten Gorontalo Meningkat, 4 Orang Meninggal Dunia

Next Post

Penangkapan Tiga Pilot Terduga Pengguna Narkotika

Related Posts

Ilustrasi AI
Nasional

ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

Rabu 15 April 2026
Gorontalo

Sekjen PAN Eko Patrio Pagi Ini Kunjungi Gorontalo, Salurkan Bantuan dan Konsolidasi Kader

Minggu 5 April 2026
Reruntuhan bangunan Gereja Kalvari akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Abdul Fatah/aa.
Nasional

BMKG: Ada 29 Gempa Susulan Pasca-gempa Utama Ternate-Bitung

Kamis 2 April 2026
Warga dan petugas SAR berada di lokasi bangunan KONI Sario Manado yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Karel A Polakitan/aa.
Nasional

Seorang Lansia di Manado Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Gempa

Kamis 2 April 2026
Screenshot
Nasional

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

Kamis 19 Maret 2026
Screenshot
Nasional

Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik

Sabtu 14 Maret 2026
Next Post

Penangkapan Tiga Pilot Terduga Pengguna Narkotika

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Kombes Pol Maruly Pardede.

    Polda Gorontalo bakal Jemput Paksa Konten Kreator ZH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PN Limboto Tolak Praperadilan Zainudin Hadjarati, Penetapan Tersangka Tetap Sah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahli Hukum Pidana: Kasus Konten Kreator ZH Memenuhi Unsur, Ini Penjelasannya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Gorontalo Telusuri Dana Bubur Kacang Hijau Atlet Rp500 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.