GOPOS.ID, GORONTALO– Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belakangan ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga jemaah umrah yang sedang berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, H. Mansur, menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah umrah di Madinah maupun di Makkah hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, berdasarkan informasi dan koordinasi yang kami lakukan dengan berbagai pihak, kondisi jemaah yang sedang melaksanakan ibadah umrah di Madinah maupun di Makkah tetap aman dan ibadah berjalan seperti biasa,” ujar Mansur.
Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir memang muncul informasi mengenai penumpukan jemaah di Bandara Jeddah. Namun kondisi tersebut lebih disebabkan oleh penyesuaian jadwal penerbangan, terutama bagi jemaah yang menggunakan rute transit di beberapa negara.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), saat ini terdapat sekitar 53 ribu jemaah Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah. Sementara untuk Gorontalo terdapat kurang lebih 56 Jemaah Umrah yang saat ini masih berada di Mekkah yang belum memiliki jadwal pulang
Ia menambahkan bahwa sebagian besar jemaah umrah menggunakan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi, sehingga relatif tidak terdampak oleh gangguan penerbangan transit.
Menurut Mansur, kendala penerbangan lebih banyak dialami oleh jemaah yang menggunakan rute transit di sejumlah negara yang saat ini mengalami dinamika keamanan.
“Penerbangan direct seperti dari Surabaya atau Jakarta langsung ke Jeddah relatif aman. Yang mengalami kendala biasanya penerbangan yang harus transit di negara tertentu, misalnya, Dubai, Kuwait dan Qatar,”Jelasnya.
Terkait dinamika konflik di Timur Tengah, pemerintah terus melakukan pemantauan dan pembaruan informasi guna memastikan keselamatan seluruh jemaah Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah, tetap dalam kondisi aman dan kondusif untuk pelaksanaan ibadah.
“Makkah dan Madinah adalah dua kota suci yang dijaga dan dihormati oleh seluruh umat Islam. Sampai saat ini aktivitas ibadah di sana berjalan normal,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa Wakil Menteri Haji dan Umrah sebelumnya telah mengimbau masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah agar mempertimbangkan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan jika diperlukan.
“Umrah berbeda dengan haji yang waktunya sudah pasti. Umrah bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun sehingga memungkinkan untuk dilakukan reschedule demi keamanan dan kenyamanan jemaah,” tambah Mansur.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Suci. (Rama/Gopos)








