GOPOS.ID, JEMBER – Ribuan warga memadati Alun-Alun Jember dalam kegiatan jalan sehat bertajuk Gerakan Nasional Migran Aman, Minggu (14/6/2026). Agenda ini digelar Pemkab Jember bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Di hadapan peserta, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan perlindungan dan pelayanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Menurutnya, selama ini proses pengurusan administrasi pekerja migran masih menyulitkan warga karena harus dilakukan di luar daerah. Kondisi itu dinilai menyita waktu dan biaya.
“Mereka harus ke Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Terlalu jauh, butuh waktu 3 sampai 4 jam,” ujar Gus Fawait.
Ia menilai jauhnya akses pelayanan turut menjadi salah satu penyebab masih adanya masyarakat yang memilih jalur keberangkatan nonprosedural.
“Mungkin itu juga yang membuat banyak yang berangkat pakai jalur non-prosedural,” lanjutnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Jember telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Kabupaten Jember. Bahkan, lokasi untuk kantor layanan itu telah disiapkan.
Tak hanya soal administrasi, pemerintah daerah juga memperkuat layanan kesehatan bagi calon pekerja migran. Tiga Rumah Sakit Daerah (RSD) di Jember kini disiapkan melayani kebutuhan medical check-up CPMI.
“Insya Allah harganya, tiga rumah sakit ini adalah yang termurah se-Jawa Timur, tapi kualitasnya tetap terjaga,” kata Gus Fawait.
Perhatian terhadap pekerja migran juga diperluas hingga keluarga yang ditinggalkan. Pemkab Jember telah menguji coba program beasiswa kuliah bagi anak-anak PMI dan berencana menambah kuota penerima pada tahun ini.
Selain itu, pemerintah daerah siap menyediakan lahan jika Kementerian P2MI membangun pusat pelatihan kerja di Jember. Program tersebut akan disinergikan dengan lulusan SMK agar lebih siap mengikuti peluang kerja global.
Gus Fawait optimistis sektor pekerja migran yang teredukasi dan terlindungi dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menekan angka kemiskinan di Jember.
“Kami berkomitmen untuk bagaimana membuat desa di seluruh Jember ini menjadi Desa Migran. Insya Allah tinggal Perda-nya saja,” pungkasnya.(kur)








