GOPOS.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memanfaatkan safari salat Jumat sebagai ruang sosialisasi program pemerintah. Dalam kunjungan ke Masjid Besar Al-Misbhah, Desa Bongoime, Kabupaten Bone Bolango, Jumat, (7/11/2025), Gusnar menyampaikan strategi baru untuk mengatasi keterbatasan populasi sapi akibat pemangkasan anggaran. Yaitu inseminasi buatan.
“Kami memang memprogramkan bantuan sapi betina, tapi karena ada pemotongan anggaran dari pusat, maka jumlahnya hanya kurang lebih 900 ekor,” ujar Gusnar dalam sambutannya. “Oleh karena itu saya pikir-pikir bagaimana kalau semua sapi betina kita suntik dengan inseminasi buatan supaya cepat bunting dan populasi sapi kita semakin banyak.”

Program inseminasi buatan itu menjadi strategi yang dipilih Gusnar untuk menjaga pasokan ternak. Di tengah keterbatasan fiskal, Pemprov Gorontalo mengandalkan teknologi reproduksi untuk mempercepat pertumbuhan populasi sapi. Langkah ini, menurut Gusnar, bukan sekadar efisiensi, melainkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan peternak.
Peluang pasar pun sudah disiapkan. Belum lama ini, Gusnar menandatangani kerja sama dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud untuk menjadikan provinsi tersebut sebagai tujuan utama distribusi sapi dari Gorontalo. “Kalau populasi kita naik, pasar sudah ada,” kata Gusnar.
Selain sapi, Gusnar juga menyampaikan program pengembangan produksi jagung sebagai komoditas unggulan lain. Ia menyebutkan, sektor pertanian dan peternakan harus saling menopang agar kesejahteraan petani dan peternak bisa meningkat serentak.
Dalam safari Jumat itu, Gusnar menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada takmir Masjid Al-Misbhah. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah bersama jemaah, menyisakan kesan bahwa mimbar masjid kini tak hanya menjadi ruang spiritual, tapi juga panggung komunikasi pembangunan.(rls/hasan/gopos)








