GOPOS.ID, GORONTALO – Forum Komunikasi Mahasiswa Toili (FKMT) kembali menggelar bimbingan belajar gratis bagi calon mahasiswa baru di Desa Bubea, Kecamatan Suwawa. Program yang telah berjalan sejak 2011 ini tidak hanya membekali peserta menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh sejak kedatangan hingga pelaksanaan ujian.
Kegiatan yang berlangsung di sebuah rumah kontrakan ini diikuti 15 peserta, termasuk satu camaba dari Gorontalo Utara. Peserta direkrut melalui sosialisasi sejak Januari dan kemudian dibina secara berkelanjutan, mulai dari pendampingan pendaftaran jalur SNBP hingga SNBT.
Pemateri FKMT, Marlona, mengatakan program ini dirancang untuk membantu peserta memaksimalkan persiapan ujian sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu adik-adik memaksimalkan bekal ujian dan membakar semangat mereka agar tetap optimis lolos ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ketua Umum FKMT, Amaliya, menyebut program ini terus dipertahankan karena memberikan dampak nyata bagi generasi muda. Ia mengaku para pengurus saat ini juga merupakan alumni program serupa.
“Kami memilih melanjutkan program ini karena sangat bermanfaat, dan kami juga pernah merasakan dampaknya hingga bisa menginjakkan kampus impian,” kata Amaliya.
Selain pembelajaran, FKMT memberikan pendampingan menyeluruh kepada peserta. Mulai dari penjemputan di pelabuhan, penyediaan tempat tinggal sementara, pengantaran survei lokasi ujian, hingga pendampingan saat hari pelaksanaan.
“Kami membantu dari awal datang, menjemput di pelabuhan, menyediakan tempat tinggal, mengantar cek lokasi ujian, hingga mengantar kembali tanpa memungut biaya,” ujar Marlona.
Materi bimbingan difokuskan pada enam bidang utama, yakni Pemahaman Umum dan Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, Pengetahuan Kuantitatif, serta Penalaran Matematika. Metode pembelajaran disusun secara terstruktur dan interaktif agar peserta lebih mudah memahami pola soal UTBK.
Salah satu peserta, Nabila, mengaku terbantu dengan metode pembelajaran dan suasana belajar yang kondusif.
“Saya merasa sangat terbantu karena materi disampaikan secara terstruktur, pengajarnya sabar, dan suasana belajarnya nyaman sehingga membuat saya semakin semangat,” ungkapnya.
FKMT berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak calon mahasiswa sebagai upaya meningkatkan peluang generasi muda menembus perguruan tinggi.(Laila/Mg-Gopos)







