GOPOS.ID, GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, H. Ekwan Ahmad, mengeluarkan seruan tegas kepada masyarakat Gorontalo untuk memperkuat kewaspadaan terhadap segala bentuk radikalisme, intoleransi, dan tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.
Ajakan ini ia sampaikan sebagai respons atas dinamika keamanan nasional yang terus berkembang dan memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurut Ekwan, menjaga stabilitas keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama warga negara.
Ia menegaskan bahwa Gorontalo harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan jauh dari pengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
“Sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo, atas nama pribadi dan lembaga, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi. Perpecahan bangsa tidak boleh mendapat ruang di daerah ini,” tegas H. Ekwan Ahmad.
Ia menyampaikan empat poin penting yang harus menjadi perhatian masyarakat:
Pertama menolak paham radikalisme dan intoleransi. Ekwan menegaskan bahwa setiap ideologi yang mengarah pada kekerasan atau memicu perpecahan harus ditolak bersama.
Kedua memperkuat nilai kebangsaan dan persaudaraan. Menurutnya, budaya gotong royong dan solidaritas masyarakat Gorontalo merupakan kekuatan yang harus terus dipelihara.
Ketiga segera melaporkan aktivitas mencurigakan. Ekwan meminta warga untuk tidak ragu berkoordinasi dengan aparat berwenang jika mengetahui adanya aktivitas yang mengarah pada penyebaran ajaran radikal.
Keemoat mengutamakan dialog dan toleransi. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas agama, suku, dan budaya sebagai kunci menjaga keharmonisan.
Ekwan menutup seruannya dengan ajakan kuat agar seluruh lapisan masyarakat berperan aktif menjaga Gorontalo tetap aman dan damai.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian daerah kita yang tercinta ini. Gorontalo harus menjadi teladan dalam persatuan,” ujarnya.
Dengan pesan ini, Ekwan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI dan terus menguatkan rasa kebangsaan di tengah tantangan era modern.








