GOPOS.ID, GORONTALO — Lembaga Pendidikan, Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa Akhir Studi pada 21–23 Oktober 2026 di Aula Hasmin. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan mengolah hasil penelitian menjadi artikel ilmiah yang memenuhi kaidah akademik dan siap diajukan ke jurnal ilmiah.
Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa kemampuan menulis dan memublikasikan artikel ilmiah merupakan bagian penting dari pengembangan kompetensi mahasiswa menjelang kelulusan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan perlu disajikan secara sistematis agar temuan dan gagasan mahasiswa dapat dibaca, ditelaah, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa penelitian yang dilakukan selama masa studi memiliki nilai lebih ketika disusun dan dipublikasikan secara ilmiah. Kami berharap bimbingan teknis ini membantu mahasiswa menghasilkan artikel yang berkualitas, memenuhi kaidah akademik, dan dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Ellys.
Kegiatan ini menghadirkan Melki T. Tunggati, S.H., M.H., pengelola jurnal pada Lembaga Pendidikan, Pengabdian kepada Masyarakat UNBITA, sebagai narasumber.
Materi bimbingan mencakup penyusunan struktur artikel ilmiah, penguatan substansi tulisan, penggunaan referensi, konsistensi metodologi, serta pemahaman mengenai proses pengajuan naskah ke jurnal. Pembekalan ini diarahkan agar mahasiswa mampu menyesuaikan hasil penelitian dengan standar penulisan dan ketentuan jurnal yang dituju.
Melki menyoroti pentingnya kemampuan mahasiswa menyaring substansi penelitian untuk disajikan dalam artikel yang lebih terfokus.
Menurutnya, penulisan artikel ilmiah membutuhkan ketelitian dalam menampilkan temuan utama, membangun pembahasan berdasarkan data, dan menggunakan sumber rujukan yang relevan.
“Artikel ilmiah yang baik bukan sekadar memindahkan isi skripsi ke dalam format yang lebih pendek. Mahasiswa harus mampu menonjolkan temuan penelitian, membangun pembahasan yang didukung referensi, dan mengikuti pedoman penulisan jurnal yang dituju. Ketelitian pada setiap bagian naskah akan membantu meningkatkan kualitas artikel,” ungkap Melki.
Selain aspek teknis penulisan, peserta juga perlu memahami integritas sebagai prinsip utama dalam publikasi ilmiah. Orisinalitas karya, ketepatan sitasi, penghindaran plagiarisme, dan penyajian data secara jujur merupakan unsur penting yang menentukan kredibilitas sebuah artikel.
Dengan demikian, publikasi tidak hanya dipandang sebagai tahapan administratif penyelesaian studi, tetapi juga sebagai tanggung jawab akademik penulis.
Ellys menegaskan bahwa UNBITA mendorong mahasiswa untuk menjadikan penelitian sebagai karya akademik yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui publikasi.
Pendampingan seperti ini diharapkan membantu mahasiswa lebih siap menyusun naskah, melakukan perbaikan berdasarkan masukan, dan mengikuti proses publikasi dengan tetap menjunjung tinggi etika ilmiah.
“Kami ingin mahasiswa memiliki kepercayaan diri untuk menghasilkan karya ilmiah yang layak dipublikasikan, sekaligus memahami bahwa kualitas dan integritas harus berjalan beriringan. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui penelitian,” lanjut Ellys.
Melalui bimbingan teknis yang berlangsung selama tiga hari ini, UNBITA memperkuat upaya membangun budaya akademik yang produktif dan berorientasi pada mutu.
Kegiatan ini diharapkan membantu mahasiswa akhir studi menghasilkan artikel yang lebih terstruktur, meningkatkan kesiapan menghadapi proses publikasi, serta memperluas akses terhadap hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh komunitas akademik. (Isno/rls/gopos)








