Gorontalo Gorontalo Hebat

Dikbudpora Tunggu Edaran Seragam Celana Panjang Paskibraka Putri

GOPOS.ID, GORONTALO – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo masih menunggu surat edaran terkait seragam pasukan pengibar bendera pusaka (paskibra) putri. Hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat terkait perubahan seragam paskibra putri dari rok menjadi celana panjang. Khususnya untuk seragam Paskibraka putri di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Diberitakan sebelumnya, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibaraka) putri tahun ini tak lagi mengenakan seragam rok. Melainkan akan mengenakan setelah seragam celana panjang. Ketentuan itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian pada Upacara Kenegaraan dan Acara Resmi.

Kepala Seksi Pemuda, Dikbudpora Provinsi Gorontalo Aswin Fahrul mengatakan, sejauh ini belum ada perintah dari pemerintah pusat ke Gubernur terkait perubahan seragam Paskibraka putri.

“Belum ada tindaklanjut ke gubernur dari kementerian,” ujar Aswin yang dihubungi gopos.id.

Baca juga: Rok Diganti, Seragam Paskibraka Putri Kenakan Celana Panjang

Seiring belum adanya edaran dari pemerintah pusa, besar kemungkinan seragam Paskibraka putri di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masih mengenakan rok. Tapi tidak menutup kemungkinan pula, penggunaan seragam nantinya mengikuti ketentuan Paskibraka nasional.

“Yang pastinya kami menunggu pemberitahuan dari pemerintah pusat terkait hal itu,” tandas Aswin.

Sedianya perubahan seragam untuk Paskibraka putri hanya terbatas pada rok dan celana panjang saja. Untuk kelengkapan lainnya tetap sama. Yakni mengenakan peci berwarna hitam, setangan leher (kacu) berwarna merah putih, kemeja paskibraka berwarna putih serta kaus tangan putih.

Petugas paskibraka nasional diseleksi dari setiap provinsi di tanah air. Mereka berjumlah sebanyak 64 yang terbagi 34 putra dan 34 putri. Sebelum menjalankan tugas pengibaran dan penuruan bendera pada perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus, para paskibraka menjalani pendidikan dan pelatihan. Selama sebulan mereka menjalani masa karantina dan dilatih secara intensif.(muhajir/gopos)

Baca juga: Kembangkan Usaha, Koperasi Harus Manfaatkan Teknologi Digital

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *