GOPOS.ID, MARISA – Pemerintah Kabupaten Pohuwato bersama unsur Lembaga Adat Pohuwato menggelar doa akhir tahun 1447 Hijriah di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Senin (15/06/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi dan muhasabah bagi masyarakat Muslim dalam mengakhiri perjalanan tahun Hijriah sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Adat Pohuwato dan seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan tersebut.
Menurutnya, doa akhir tahun merupakan tradisi yang sarat makna karena menjadi sarana introspeksi diri sekaligus ungkapan syukur atas kesempatan yang masih diberikan Allah SWT hingga penghujung tahun 1447 Hijriah.
“Pergantian tahun Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan kalender, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta amal ibadah,” ujar Saipul
Saipul mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai langkah hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, setiap individu perlu mengevaluasi berbagai kekurangan yang terjadi pada tahun sebelumnya dan berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan yang sama di masa mendatang.
“Momentum pergantian tahun Hijriah harus menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Apa yang kurang baik di tahun lalu hendaknya menjadi pelajaran, sehingga kita dapat memasuki tahun baru dengan semangat baru, hati yang lebih bersih, serta tekad yang lebih kuat dalam menjalankan nilai-nilai Islam,” ujar Saipul.
Saipul berharap tradisi doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari syiar Islam di Kabupaten Pohuwato. Kegiatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan disemarakkan. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan keagamaan juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda agar tetap mencintai tradisi dan syiar Islam,” tutup Saipul (Yusuf/Gopos)








