GOPOS.ID, GORONTALO – Pernah dengar istilah Make-Up School? Eits, jangan salah sangka dulu. Ini bukan tentang belajar dandan atau kosmetik, melainkan strategi “mempercantik” wajah pendidikan di Kota Gorontalo agar semua sekolah punya kualitas yang sama hebatnya!
Husin Ali mengungkapkan bahwa branding ini lahir karena Kota Gorontalo adalah “nyawa” dari pusat pendidikan. Sejalan dengan visi Walikota untuk menjadikan Gorontalo sebagai Kota Jasa, pendidikan menjadi produk unggulan yang harus dipastikan mutunya.
Kenapa Harus “Dandani” Sekolah?
Tujuannya satu: Menghapus keraguan orang tua. Selama ini, banyak orang tua yang berebut masuk ke satu atau dua sekolah tertentu karena dianggap paling bagus.
“Kota Gorontalo adalah ruang belajar. Kita ingin siapa pun yang masuk ke sekolah mana pun di kota ini tidak perlu ragu lagi, karena kualifikasinya sudah sama,” ujar Husin Ali.
Jurus “Bongkar Pasang” Guru dan Kepala Sekolah
Lalu, bagaimana caranya agar sekolah yang tadinya “biasa saja” bisa jadi sekeren sekolah favorit? Husin Ali menjelaskan strateginya cukup berani, yaitu Redistribusi Guru dan Kepala Sekolah.
Pemerataan Ahli: Guru dan Kepala Sekolah terbaik tidak lagi menumpuk di satu tempat. Mereka akan disebar ke berbagai sekolah.
Digitalisasi: Dengan sentuhan teknologi, sekolah-sekolah ini akan dipoles hingga naik kelas.
Kualitas Seragam: Hasilnya? Sekolah yang tadinya luput dari perhatian akan memiliki kualitas yang setara dengan sekolah unggulan.
Mewujudkan “Torang Beken Bae”
Langkah ini dilakukan secara perlahan namun pasti. Dengan memaksimalkan potensi yang ada di setiap sudut sekolah, Make-Up School diharapkan bisa mengubah wajah kota menjadi lebih cerdas dan berprestasi.
Ini bukan sekadar janji, tapi komitmen untuk mewujudkan slogan ikonik Pak Walikota: “Torang Beken Bae” (Kita buat jadi lebih baik). Jadi, ke depan, sekolah di mana saja di Kota Gorontalo, kualitasnya tetap juara! (Gita/Gopos)








