GOPOS.ID, JEMBER – BPJS Kesehatan Cabang Jember mendorong peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara mandiri dari rumah guna mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini, Selasa (13/1/2026).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, menjelaskan skrining tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar potensi penyakit kronis dapat diketahui lebih awal oleh peserta JKN.
Layanan ini dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, laman resmi BPJS Kesehatan, layanan PANDAWA, P-Care FKTP, maupun portal QR.
“Kami mengimbau seluruh peserta JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan. Pemeriksaan ini penting sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, stroke, kanker, dan lainnya. Skrining riwayat kesehatan dilakukan setahun sekali bagi seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas, tujuannya untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang bisa menyerang kapan saja. Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi,” ucap Yessy.
Ia menyebut, apabila hasil skrining menunjukkan adanya risiko penyakit kronis, peserta akan diarahkan untuk berkonsultasi ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai kepesertaan.
Langkah ini ditujukan agar peserta memperoleh pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai kondisi kesehatan.
“Kami ingin peserta JKN tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga aktif menjaga kesehatan. Dengan skrining, kita bisa mencegah penyakit kronis berkembang menjadi lebih serius. Jadi saat berobat ke FKTP, akan diingatkan petugas faskes untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan terlebih dahulu. Kita bisa melakukannya dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN atau langsung di FKTP. Ini bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif,” imbuh Yessy.
Manfaat skrining riwayat kesehatan juga dirasakan langsung oleh peserta JKN.
Nur Komariyah (38), karyawan perusahaan swasta di Jember, mengaku rutin memanfaatkan fitur tersebut melalui Aplikasi Mobile JKN untuk memantau kondisi kesehatannya.
“Fitur Skrining Riwayat Kesehatan sangat bermanfaat bagi peserta JKN untuk mengetahui adanya faktor risiko penyakit kronis di masa mendatang. Melalui skrining ini, kita bisa mengetahui risiko terhadap penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal, dan jantung koroner. Sebisa mungkin, saya memanfaatkan fitur ini agar terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan,” ujar Nur.
Ia menjelaskan, proses pengisian skrining relatif singkat dan dapat dilakukan kapan saja.
Hasilnya akan menunjukkan kategori risiko peserta terhadap penyakit kronis dan dapat dikonsultasikan ke FKTP tempat terdaftar.
“Melalui skrining riwayat kesehatan ini, saya bisa berkonsultasi mengenai hasilnya dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar. Menurut saya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Meskipun penyakit kronis dijamin dalam Program JKN, sebaiknya tetap kita cegah sejak dini. Tidak ada kenikmatan yang melebihi anugerah berupa tubuh yang sehat,” imbuh Nur.
Selain skrining, Nur juga menilai Aplikasi Mobile JKN mempermudah akses layanan kesehatan, terutama melalui fitur antrean online dan KIS Digital.
“Di dalam Aplikasi Mobile JKN ada fitur KIS Digital. Ketika saya ingin berobat, saya cukup mengambil nomor antrean online dari rumah. Kalau waktunya sudah dekat, saya baru ke fasilitas kesehatan. Di sana, saya hanya perlu menunjukkan KIS Digital tersebut. Tidak perlu repot lagi kalau lupa membawa kartu fisik JKN. Semoga aplikasi ini terus dikembangkan dengan berbagai fitur baru yang ramah pengguna untuk memudahkan peserta JKN berobat maupun mengurus administrasi,” pungkas Nur. (Zen)








