No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Aduh Parah! Rapid Antigen di Bandara Kualanamu di Palsukan Karyawan Kimia Farma

Admin by Admin
Jumat 30 April 2021
in Headline, Nasional
0
Rapid Test Antigen

Ilustrasi Rapid Tes Antigen. foto pixabay/

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JAKARTA – Penyamaran aparat kepolisian itu membuahkan hasil. Selasa (27/4/2021) itu, aparat Kepolisian Polda Sumatra Utara langsung menggerebek tempat rapid test Antigen yang ada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. Diduga pemalsuan rapid test tersebut dilakukan oleh karyawan Kimia Farma yang ditempatkan di lokasi rapid test.

Dari hasil interogasi, para petugas rapid mengaku alat tes yang mereka gunakan merupakan merupakan barang bekas.

Cerita penggunaan alat daur bekas ini terungkap setelah polisi mendapatkan laporan dari pengguna jasa rapid test di Bandara Kualanamu.

Dari laporan itu kemudian Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mengutus anggotanya AKP Jericho Levian Chandra. Jericho tak sendiri. Ia mengajak anggota lainnya dalam penyamaran itu.

Saat itu anggota polisi menyamar sebagai calon penumpang pesawat dan melaksanakan rapid test antigen. Seperti penumpang lainnya, anggota ini lalu mengikuti sejumlah prosedur.

Mereka mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrean. Setelah menunggu, petugas memanggil untuk melaksanakan rapid test di ruang yang telah disediakan.

Tak ada yang janggal saat rapid test dilakukan. Petugas memasukkan alat tes ke dalam lubang hidung petugas yang menyamar itu.

Setelah selesai, ia diminta menunggu hasilnya di ruang tunggu. Sepuluh menit menunggu hasilnya keluar. Kepada polisi yang menyamar petugas menyatakan ia positif COVID-19.

Kontan sang polisi kaget. Mereka berdebat. di tengah perdebatan itu, anggota lain yang ikut langsung bergerak menggerebek seluruh isi ruangan laboratorium rapid test antigen. Para petugas Kimia Farma yang ada di situ dikumpulkan.

Baca Juga :  14 Hari Pencarian, Eril Kamil Ditemukan Tak Bernyawa

Saat diinterogasi, petugas Kimia Farma ketakutan. Di hadapan petugas kepolisian itu mereka mengakui bahwa alat yang digunakan untuk mengambil sampel adalah barang bekas.

Barang bekas? Betul. Modusnya, mereka biasanya menggunakan kembali alat rapid test untuk beberapa kali. Caranya, alat rapid test yang telah dipakai itu mereka cuci dengan air.

Setelah dicuci bersih alat itu kembali di masukkan ke tempat yang seolah-olah baru lalu digunakan kembali untuk mengetes.

Dari pengakuan itu, polisi akhirnya menangkap lima orang petugas rapid test antigen yang ada di Bandara Kualanamu itu.

Baca juga: THR untuk PNS, TNI, dan Polri Mulai Dicairkan Hari Ini

“Jadi benar, Subdit 4 Krimsus melakukan tindakan terhadap dugaan tindak pidana Undang-Undang kesehatan. Lokasinya di salah satu ruangan di Bandara Kualanamu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (28/4/2021).

Berita itu langsung menggemparkan. Mengetahui ada yang bermain-main seperti itu, Menteri BUMN Erick Thohir murka. Ia meminta semua yang terlibat dalam aksi itu diberi tindakan tegas.

“Saya sendiri yang meminta semua yang terkait, mengetahui, dan yang melakukan dipecat dan diproses hukum secara tegas,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Menurut dia, tindakan oknum itu sangat tidak etis dan membahayakan kesehatan masyarakat. Ulah oknum itu, menurut Erick, mengkhianati profesi pelayan publik di bidang kesehatan.

Erick menegaskan, dia sudah memberi ultimatum pada seluruh level di setiap perusahaan pelat merah untuk mematuhi core value BUMN, yakni Akhlak. Akhlak merupakan akronim dari nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Baca Juga :  Bakamla RI Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara

“Tak ada toleransi bagi setiap pihak yang tidak sesuai dengan core value BUMN. Tak peduli siapa, apa jabatannya, semua yang melanggar silakan keluar. Khusus bagi kejadian di Kualanamu, kami mendukung aparatur hukum untuk memberi hukuman yang tegas,” kata dia.

Kelakuan petugas PT Kimia Farma di Bandara Kualanamu itu juga dikecam Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Wiku mengingatkan agar seluruh petugas layanan Rapid Test Antigen di Indonesia tidak main-main dengan keselamatan manusia. “Temuan ini harus menjadi temuan yang terakhir,” kata dia.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) angkat bicara soal temuan rapid antigen bekas itu. Menurut Direktur Utama Kimia Farma Diagnostik Adil Fadhilah Bulqini, saat ini perseroan tengah melakukan investigasi bersama aparat penegak hukum setempat.

Jika terbukti bersalah, maka perusahaan akan memberikan tindakan tegas.

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan rapid test Kimia Farma itu merupakan pelanggaran sangat berat,” kata dia.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan rapid test merupakan alat penunjang pemeriksaan. Yang paling penting adalah screening gejala dan faktor risiko untuk menentukan seseorang harus dikarantina atau tidak. “Jangan gunakan alat tes ini dalam bentuk daur ulang apalagi dalam kesengajaan seperti ini sangat bahaya,” kata dia. (adm-01/rls/infopublik/gopos)

Tags: GorontaloRapid AntigenRapid Tes AntigenRapid Tes Dipalsukan
Previous Post

THR untuk PNS, TNI, dan Polri Mulai Dicairkan Hari Ini

Next Post

Jumat Siang Ini, Vaksin Covid Tahap 10 Tiba di Indonesia

Related Posts

Headline

Polres Gorontalo Utara Selidiki Penyebab Kebakaran SMP Negeri 3 Tomilito

Jumat 11 September 2026
Nasional

Tak Perlu Tunggu Sakit, Mahasiswi Bangkalan Ajak Anak Muda Rutin Skrining

Jumat 28 Agustus 2026
Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU Profesor Mohammad Nuh saat di Jombang, Jawa Timur. ANTARA/Asmaul
Nasional

Muktamar Ke-35 NU di Jombang Sah Kuorum, 557 Pemilik Hak Suara Resmi Ditetapkan

Rabu 26 Agustus 2026
Nasional

Yonif 713/ST Bawa Rasa Damai di Wilayah Distrik Ugimba – Intan Jaya Usai Terisolasi Belasan Tahun Akibat KKB

Kamis 20 Agustus 2026
Petugas melihat kondisi bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka melaporkan terdapat tiga korban jiwa dari ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan yang diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,7 tersebut. ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert/sth/nz
Nasional

Gempa M7.7 di NTT Tewaskan 38 Orang

Sabtu 15 Agustus 2026
Arsip - Motor listrik Viper dari VInFast. (ANTARA/VinFast Indonesia)
Nasional

Pemerintah Umumkan Insentif Produksi 1 Juta Motor Listrik Dalam Negeri

Jumat 14 Agustus 2026
Next Post
Ketersediaan Vaksinasi

Jumat Siang Ini, Vaksin Covid Tahap 10 Tiba di Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Rekaman CCTV.

    Tak Hanya Aniaya Dokter, Aksi Jefry Taha Rusak Fasilitas Rumah Sakit Sitti Khadijah Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lelaki Asal Gorontalo Utara Meninggal Usai Berhubungan di Warung Remang-remang Pohuwato

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Kilatan Cahaya dan Dentuman di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Gorontalo Soroti Dugaan Arogansi Oknum yang Mengaku Wartawan di RS Sitti Khadijah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokter RS Sitti Khadijah Laporkan Jefry Taha yang Diduga Lakukan Penganiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.