GOPOS.ID, GORONTALO – Kebutuhan infrastruktur lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi perhatian utama dalam reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, S.I.Kom., M.I.Kom., di Kelurahan Buliide, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai kebutuhan yang mengemuka di antaranya bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dukungan industri kecil menengah (IKM), pembangunan jalan setapak, hingga pengadaan lampu penerangan jalan.
Erwinsyah menjelaskan, kondisi geografis Kelurahan Buliide yang sebagian besar wilayah permukimannya berada di dekat perbukitan membuat kebutuhan masyarakat cukup beragam, terutama terkait akses infrastruktur dan penerangan lingkungan.
“Warga di Buliide ini rata-rata tinggal dekat bukit. Jadi, aspirasi mereka cukup beragam. Ada yang meminta bantuan UMKM, IKM, jalan setapak, sampai lampu penerangan karena beberapa lampu yang ada sudah rusak,” katanya.

Selain menyerap aspirasi terkait pembangunan dan pemberdayaan ekonomi, Erwinsyah juga memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pengelompokan desil yang menjadi salah satu aspek dalam penentuan penerima bantuan pemerintah.
Sekretaris Komisi II Deprov Gorontalo itu menyebut, edukasi mengenai mekanisme bantuan pemerintah penting agar masyarakat dapat memahami proses penentuan penerima manfaat.
“Tadi kami sudah bantu jelaskan juga soal desil. Insya Allah, aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa kita perjuangkan dan terealisasi pada tahun depan, 2027,” jelasnya.
Menurut dia, reses memiliki makna lebih dari sekadar menjalankan agenda formal kedewanan. Kegiatan ini menjadi momentum bagi anggota legislatif untuk kembali menyapa masyarakat di daerah pemilihan sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Ia mengibaratkan reses sebagai kesempatan untuk pulang ke rumah, bertemu dengan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan konstituen.
“Bagi saya, reses itu seperti pulang ke rumah. Kita bertemu dengan masyarakat pemilih kita, konstituen kita. Selain menyerap aspirasi, kita juga memberikan edukasi tentang bantuan-bantuan pemerintah yang bisa mereka akses,” ungkapnya.
Dia berharap, berbagai aspirasi yang disampaikan warga Kelurahan Buliide dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti melalui program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat pada 2027.
Ditegaskannya, kehadirannya dalam reses merupakan bagian dari upaya menjemput langsung keluhan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
“Ya, reses menjadi salah satu ruang penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tersampaikan kepada lembaga legislatif. Karena itu, kahidran saya adalah bagian dari pada menjemput keluhan masyarakat, saya ikhtiarkan aspirasi ini demi warga,”pungkasnya. (Isno/gopos)








