GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menghadirkan edukasi konstruksi rumah tahan gempa dan mitigasi bencana bagi masyarakat Desa Longalo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Pramuka CAKRA UNBITA 2026 sekaligus wujud pengabdian perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan bangunan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNBITA, Yahya Antu, S.AB., M.Si., serta dihadiri Kepala Desa Longalo, Irwan Wumu.
Dalam sambutannya, Yahya menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Bagi UNBITA, pengabdian kepada masyarakat bukan hanya bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan juga kesempatan untuk memastikan bahwa pengetahuan akademik dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Yahya.
Menurutnya, edukasi mengenai rumah tahan gempa dan mitigasi bencana diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga dalam memperhatikan keselamatan bangunan serta membangun kesiapsiagaan di lingkungan keluarga.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Desa Longalo, Irwan Wumu. Ia mengapresiasi keterlibatan UNBITA dalam memberikan pengetahuan kebencanaan yang dinilai penting bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UNBITA di Desa Longalo. Informasi mengenai rumah tahan gempa dan mitigasi bencana sangat penting bagi warga agar semakin memahami langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan,” ujar Irwan.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan disebarluaskan kepada masyarakat lainnya.
Bahas Konstruksi Aman hingga Kesiapsiagaan Bencana
Sesi edukasi dipandu Yuslan Pikoli, S.E., M.E., selaku moderator. Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri dengan fokus pembahasan berbeda, yakni Adawiyah Suma, S.T., M.T., yang membawakan materi konstruksi rumah tahan gempa, serta Rolan Ma’ruf, S.Kom., yang menyampaikan materi mitigasi bencana.
Dalam pemaparannya, Adawiyah menjelaskan pentingnya memperhatikan prinsip keselamatan dalam pembangunan rumah, terutama melalui perencanaan, kualitas konstruksi, dan penerapan standar teknis yang sesuai.
Pemahaman tersebut diharapkan mendorong masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan dan bentuk bangunan, tetapi juga aspek keamanan. Untuk pembangunan maupun perbaikan rumah, warga perlu memperhatikan prinsip teknis yang tepat dan berkonsultasi dengan tenaga ahli apabila diperlukan.
Sementara itu, Rolan membahas pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana dan menentukan langkah yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
Mitigasi bencana mencakup berbagai upaya untuk mengurangi risiko, meningkatkan kewaspadaan, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan langkah perlindungan bagi anggota keluarga.
Melalui kedua materi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa upaya mengurangi risiko bencana tidak hanya bergantung pada kondisi bangunan, tetapi juga pada kesiapan, pengetahuan, dan keterlibatan bersama.
Yahya berharap materi yang disampaikan para pemateri tidak berhenti sebagai informasi selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi pengetahuan awal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap materi yang disampaikan para pemateri tidak berhenti sebagai informasi selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi pengetahuan awal bagi warga untuk lebih cermat memperhatikan keselamatan bangunan dan mempersiapkan diri menghadapi risiko bencana,” tuturnya.
Irwan juga berharap edukasi kebencanaan dapat terus disebarluaskan melalui lingkungan keluarga dan komunikasi antarmasyarakat, sehingga kesadaran terhadap keselamatan menjadi bagian dari kebiasaan bersama.
Kegiatan PkM di Desa Longalo menjadi bagian dari komitmen UNBITA dalam mengintegrasikan pendidikan kepramukaan, kesiapsiagaan bencana, dan pengabdian kepada masyarakat melalui Perkemahan Pramuka CAKRA UNBITA 2026.
Melalui kegiatan tersebut, UNBITA berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan yang relevan sekaligus membangun kemitraan dengan masyarakat untuk mendukung lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.(Rama/Gopos)








