GOPOS.ID GORONTALO – Festival Seni dan Kerajinan Hulonthalo (Harfest) kembali digelar dengan penuh semangat di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 12 September 2026. Acara tahunan yang telah menjadi tradisi sejak tahun 2020 ini mengusung tema yang inspiratif, “Harmoni Kreativitas Menyulam Warisan dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo”.
Perubahan nama dari Hulonthalo Art & Craft Festival menjadi Harfest ini dilakukan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah dan Dekranasda Provinsi Gorontalo. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk lebih mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, karnaval, dan inovasi produk UMKM Gorontalo agar terus berkembang dan berkelanjutan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam sambutannya saat membuka Harfest 2026, menyatakan bahwa tahun depan, dunia usaha harus tampil lebih dominan dalam acara seperti ini, dengan pemerintah berperan sebagai pendukung. “Dengan begitu akan terjadi transaksi bisnis yang sepenuhnya didasarkan pada permintaan pasar dan ketersediaan suplai,” ujarnya.
Harfest 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi UMKM, dengan 165 unit yang terlibat, meningkat dari 135 unit pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pelaku usaha lokal untuk memamerkan produk mereka di hadapan masyarakat dan pengunjung.
Berbagai produk UMKM yang ditampilkan dalam Harfest 2026 mencakup wastra yang merupakan warisan budaya Gorontalo, olahan pangan lokal, serta berbagai kerajinan khas daerah. Salah satu sorotan utama adalah kain tenun karawo, yang diperkenalkan oleh BI dan Dekranasda Provinsi Gorontalo. “Kain tenun Gorontalo memiliki ciri khas pada perpaduan antara kain tenun dan karawo,” ungkap Kepala BI Perwakilan Gorontalo, Bambang Satya Permana.
Festival ini berlangsung selama tiga hari, dari 11 hingga 13 September 2026, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Idah Syahidah, Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Restog Krisna Kusuma, serta Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan. Kehadiran unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, dan mitra strategis BI menambah semarak acara ini.
Harfest 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga sebagai platform untuk mempromosikan kekayaan budaya dan kreativitas Gorontalo kepada masyarakat luas. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan Harfest dapat terus menjadi wadah untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat identitas budaya daerah. (Putra/Gopos)








