GOPOS.ID, MARISA — Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Pani Gold Mine, Pohuwato, tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan.
Momentum tersebut dimanfaatkan manajemen perusahaan untuk menegaskan pentingnya keselamatan kerja, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam.
Pesan itu disampaikan Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI di area KM 0 Pani Gold Mine belum lama ini.
Dalam amanatnya, Boyke menekankan semangat perjuangan di era kemerdekaan tidak lagi diwujudkan melalui peperangan, tetapi melalui kerja keras, tanggung jawab, serta kontribusi nyata bagi bangsa.
“Hari ini kita tidak lagi mengangkat bambu runcing. Tetapi kita mengangkat tanggung jawab kita mengoperasikan alat-alat raksasa. Kita menembus perut bumi, kita bekerja siang dan malam bukan hanya mencari emas, tetapi mengangkat martabat Indonesia,” ujar Boyke.
Menurutnya, pekerja tambang memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menjalankan kegiatan operasional. Mereka ikut berperan dalam mengelola kekayaan alam yang berada di wilayah Pohuwato dan memberikan nilai bagi masyarakat serta negara.
“Jangan pernah berpikir kita hanya pekerja tambang. Kita adalah salah satu penjaga kekayaan negeri ini yang ada di Pohuwato, dari tanah Gorontalo yang diberkahi ini,” kata Boyke
Namun, di tengah aktivitas pertambangan dan nilai ekonomi yang dihasilkan, Boyke menegaskan keselamatan manusia tidak boleh dikorbankan demi target produksi.
“Tidak ada satu gram emas pun yang lebih berharga daripada satu nyawa manusia. Jika emas bisa dicari kembali, maka nyawa tidak akan pernah bisa diganti,” tegas Boyke
Ia meminta seluruh pekerja menjadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sebatas menjalankan prosedur perusahaan. Setiap karyawan juga didorong berani menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.
“Pahlawan yang berani berkata, ‘Stop, ada yang tidak aman!’ Pahlawan yang berani mengingatkan rekannya meskipun itu sahabatnya sendiri. Pahlawan yang lebih memilih terlambat lima menit daripada kehilangan satu nyawa,” ungkap Boyke
Boyke juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarbagian. Menurutnya, kegiatan pertambangan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perusahaan dengan tanggung jawab yang sama.
“Tidak ada departemen yang paling hebat. Tidak ada jabatan yang paling penting. Yang ada hanyalah satu tim, satu tujuan, satu tanggung jawab,” tutup Boyke (Yusuf/Gopos)








