GOPOS.ID GORONTALO – Komitmen RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo dalam membangun tata kelola rumah sakit yang profesional kembali mendapat perhatian.
Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Gorontalo itu menjadi tujuan kunjungan DPRD Kabupaten Bone Bolango bersama jajaran manajemen RSUD Tombulilato untuk mempelajari implementasi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga forum strategis untuk mendalami berbagai kebijakan pengelolaan rumah sakit yang memberikan ruang fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, tanpa mengesampingkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik.
Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, dr. Fitriyanto Rajak, mengatakan bahwa pengelolaan BLUD pada hakikatnya bukan hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan keuangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pengelolaan BLUD memberikan ruang bagi rumah sakit untuk lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan pelayanan. Namun fleksibilitas tersebut harus tetap dijalankan dengan tata kelola yang baik, akuntabel, dan sesuai regulasi,” ujar dr. Fitriyanto.
Dalam sesi pemaparan, manajemen RSUD dr. Hasri Ainun Habibie menjelaskan berbagai strategi yang telah diterapkan dalam pengelolaan BLUD, mulai dari penyusunan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, optimalisasi pengelolaan pendapatan rumah sakit, penguatan sistem pelayanan, hingga berbagai inovasi yang dilakukan untuk menjaga mutu pelayanan kepada pasien.
Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan yang disampaikan peserta terkait tantangan implementasi BLUD di rumah sakit daerah. Berbagai pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya, efisiensi anggaran, hingga strategi peningkatan kualitas layanan menjadi topik yang banyak mendapat perhatian dalam forum tersebut.
Menurut dr. Fitriyanto, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antar rumah sakit pemerintah agar tercipta kesamaan persepsi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
“Setiap rumah sakit memiliki tantangan yang berbeda. Melalui forum seperti ini kita dapat saling belajar, berbagi praktik baik, sekaligus mencari solusi bersama agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” katanya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi DPRD Kabupaten Bone Bolango dalam mendukung kebijakan penguatan tata kelola rumah sakit daerah, sekaligus menjadi masukan bagi RSUD Tombulilato dalam mengembangkan sistem pengelolaan BLUD yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan.
Sebagai rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Gorontalo, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie terus melakukan berbagai pengembangan, baik pada aspek pelayanan medis, penguatan sumber daya manusia, maupun penyediaan sarana dan prasarana kesehatan. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Gorontalo. (Adm-01/gopos)








