GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu terus berupaya meningkatkan pelayanan persampahan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan armada pengangkut hingga meningkatnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Meski masih ditemukan keluhan terkait keterlambatan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan berbagai langkah pembenahan agar pelayanan kebersihan dapat berjalan lebih optimal.
Kepala DLH Kotamobagu, Erwin Pasambuna, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi armada pengangkut sampah yang sebagian besar telah berusia tua dan kerap mengalami kerusakan.
Menurutnya, dari sejumlah kendaraan operasional yang dimiliki, hanya sebagian yang dapat beroperasi secara maksimal, sementara beberapa lainnya harus menjalani perbaikan karena faktor usia dan tingginya intensitas penggunaan.
“Kami terus berupaya memaksimalkan armada yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Namun memang ada beberapa kendaraan yang sudah cukup tua sehingga membutuhkan perawatan berkala,” ujar Erwin.
Kondisi tersebut berdampak pada jadwal pengangkutan sampah di sejumlah wilayah, terutama kawasan permukiman yang berada di lorong-lorong sempit dan hanya bisa dijangkau kendaraan berukuran kecil.
Meski demikian, petugas kebersihan tetap berupaya menjalankan tugas setiap hari untuk mengangkut sampah dari berbagai titik di wilayah Kota Kotamobagu.
Di sisi lain, volume sampah yang terus meningkat juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Selain sampah rumah tangga, DLH juga harus menangani sampah dari kawasan pasar, pusat perdagangan, serta aktivitas masyarakat lainnya yang terus berkembang seiring pertumbuhan kota.
Pemerintah Kota Kotamobagu sendiri tetap mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung operasional pengelolaan persampahan, termasuk biaya bahan bakar, pemeliharaan armada, dan operasional petugas kebersihan.
Anggota DPRD Kota Kotamobagu, Shandry Anugerah Hasanuddin, menilai persoalan sampah membutuhkan perhatian bersama karena tidak hanya berkaitan dengan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, perbaikan sistem pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bertahap, termasuk penguatan sarana dan prasarana pendukung agar pelayanan semakin maksimal.
Selain pengangkutan sampah, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Poyowa Kecil yang saat ini menampung puluhan ton sampah setiap hari.
Karena itu, berbagai evaluasi dan langkah pembenahan terus dilakukan guna memastikan sistem pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Kotamobagu juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya penanganan sampah dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, serta berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan berbagai tantangan dalam pengelolaan persampahan dapat diatasi secara bertahap sehingga pelayanan kebersihan di Kota Kotamobagu semakin baik dan lingkungan tetap terjaga. (Joe/Gopos)








