GOPOS.ID, GORONTALO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran penyaluran Biosolar subsidi di Provinsi Gorontalo. Langkah ini dilakukan menyusul perhatian sejumlah pihak terhadap distribusi BBM subsidi, termasuk informasi mengenai keterlambatan distribusi pupuk di Kabupaten Boalemo yang dikaitkan dengan kendala ketersediaan solar bagi kendaraan angkutan.
Sales Branch Manager (SBM) Sulutgo III Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Satria Syaputra Harahap, menjelaskan Pertamina terus melakukan berbagai langkah untuk mendukung penyaluran BBM subsidi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait terus dilakukan, termasuk dalam pembahasan pembentukan Satgas BBM sebagai salah satu upaya monitoring penyaluran BBM. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan instansi penerbit surat rekomendasi guna memastikan penyaluran kepada pengguna yang berhak dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Satria.
Terkait kebutuhan sektor produktif, termasuk aktivitas distribusi barang dan sarana pendukung pertanian, Pertamina memastikan penyaluran Biosolar subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau kondisi di lapangan serta mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi kelancaran distribusi energi maupun logistik masyarakat.
Pertamina juga terus menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan di daerah untuk memperoleh masukan terkait kondisi penyaluran BBM subsidi serta mendukung upaya peningkatan efektivitas distribusi di lapangan. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat, termasuk yang mendukung kegiatan ekonomi dan pertanian, dapat terlayani dengan baik.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa sinergi antar instansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyaluran energi bersubsidi kepada masyarakat.
“Penyaluran BBM subsidi melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, instansi teknis, aparat terkait, hingga lembaga penyalur. Karena itu, koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan menjadi bagian penting untuk mendukung distribusi yang tepat sasaran dan sesuai peruntukannya,” kata Lilik.
Lilik menambahkan, Pertamina akan terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas penyaluran energi bersubsidi bagi masyarakat, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait di Provinsi Gorontalo. Pertamina juga terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun pelaku usaha yang memanfaatkan BBM subsidi untuk kegiatan produktif, sehingga setiap kendala yang muncul dapat dikomunikasikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan BBM subsidi sesuai ketentuan dan kebutuhan yang telah ditetapkan pemerintah. Penggunaan energi secara bijak dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi yang lebih tepat sasaran serta menjaga keberlanjutan layanan energi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk BBM maupun menemukan kendala layanan dan indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135. Setiap laporan yang diterima akan diteruskan kepada pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku untuk ditindaklanjuti.(*/hasan/gopos)








