No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Mengisi Waktu Libur Sekolah agar Anak Tetap Tumbuh dan Belajar

Hasan by Hasan
Sabtu 30 Mei 2026
in Menyapa Nusantara
0
Ilustrasi hari libur (https://www.abreva.ca)

Ilustrasi hari libur (https://www.abreva.ca)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Libur sekolah sering dipandang sebagai waktu bagi anak-anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar. Namun di balik momen tersebut, tersimpan tantangan yang tidak kalah penting, yakni bagaimana memastikan waktu luang dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter anak.

Oleh A. Roni Kurniawan*)

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan Indonesia, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian publik: bagaimana kita mengelola waktu luang anak-anak.

Sekilas, persoalan ini tampak sederhana, bahkan sering dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan. Namun, jika dicermati lebih dalam, cara anak-anak menghabiskan waktu luang memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta masa depan generasi muda.

Salah satu momen yang paling jelas memperlihatkan fenomena ini adalah bulan Mei, ketika berbagai momentum pendidikan hadir beriringan dengan deretan hari libur yang panjang.

Bulan Mei memiliki makna istimewa dalam kalender nasional. Di bulan ini terdapat Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Hari Buku Nasional pada 17 Mei, dan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei.

Ketiga peringatan tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa pendidikan, literasi, dan pembangunan kualitas manusia merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.

Namun pada saat yang sama, bulan Mei juga sering diwarnai berbagai hari libur nasional dan cuti bersama yang berpengaruh terhadap aktivitas belajar anak-anak di sekolah.

Pada tahun 2026 misalnya, ada libur Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, serta sejumlah cuti bersama yang dalam praktiknya sering diikuti dengan kebijakan libur sekolah. Di banyak daerah, siswa yang tidak mengikuti ujian kelas akhir juga diliburkan.

Setelah Mei berlalu, masih terdapat Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan kemudian disusul masa libur kenaikan kelas yang berlangsung beberapa minggu.

Akibatnya, ritme belajar anak sering terputus-putus dalam waktu yang relatif panjang.

Alternatif Kegiatan

Bagi sebagian anak, banyaknya hari libur tentu menjadi kabar yang menyenangkan. Mereka memiliki kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sekolah yang padat.

Namun, tidak semua keluarga memiliki kemampuan yang sama dalam memanfaatkan masa liburan tersebut. Di sinilah muncul kesenjangan yang jarang dibahas secara terbuka.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang mapan, waktu libur dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang memperkaya pengalaman anak. Mereka bisa mengikuti kursus, berwisata, mengunjungi museum, menonton pertunjukan, atau mengikuti berbagai aktivitas edukatif lainnya.

Namun bagi keluarga pekerja harian, buruh, pedagang kecil, pengemudi ojek daring, pekerja toko, dan berbagai sektor informal lainnya, situasinya sering kali berbeda. Banyak orang tua harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anak selama liburan.

Baca Juga :  MBG, Investasi Masa Depan Bangsa

Di saat yang sama, keterbatasan ekonomi membuat mereka sulit menyediakan alternatif kegiatan yang memerlukan biaya tambahan. Akibatnya, banyak anak menghabiskan sebagian besar waktu luangnya tanpa aktivitas yang terarah.

Dalam kondisi seperti itu, gawai sering menjadi pilihan yang paling mudah sekaligus paling terjangkau. Anak-anak dapat menghabiskan waktu berjam-jam bermain gim, menonton video pendek, atau berselancar di media sosial tanpa pengawasan yang memadai.

Sebagian besar orang tua sebenarnya menyadari risiko tersebut. Namun mereka sering tidak memiliki banyak pilihan. Di satu sisi, mereka harus tetap bekerja; di sisi lain, anak-anak membutuhkan kegiatan untuk mengisi waktu selama berada di rumah.

Perkembangan Anak

Fenomena ini sebenarnya tidak dapat dipandang sebagai persoalan sepele. Ketika waktu luang tidak dikelola dengan baik, dampaknya dapat mempengaruhi pola hidup dan perkembangan anak.

Fenomena ini sebenarnya tidak dapat dipandang sebagai persoalan sepele. Ketika waktu luang tidak dikelola dengan baik, dampaknya dapat memengaruhi pola hidup sekaligus perkembangan anak dalam jangka panjang.

Jam tidur menjadi tidak teratur, kemampuan berkonsentrasi menurun, interaksi sosial berkurang, dan minat belajar perlahan melemah. Di saat yang sama, kebiasaan mengonsumsi konten serba cepat dapat membentuk pola pikir instan yang membuat anak semakin sulit menikmati proses belajar yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

Di sejumlah tempat, musim liburan juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya berbagai bentuk kenakalan remaja. Nongkrong hingga larut malam, balap liar, perundungan, tawuran, penyalahgunaan minuman keras, hingga berbagai perilaku berisiko lainnya sering muncul ketika anak dan remaja memiliki terlalu banyak waktu luang tanpa pendampingan maupun aktivitas yang positif.

Tentu tidak semua anak mengalami hal tersebut. Namun ruang kosong yang tidak terisi dengan kegiatan produktif memang berpotensi menjadi celah bagi munculnya berbagai persoalan sosial.

Padahal, pada saat yang sama, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Berbagai hasil asesmen internasional, termasuk Programme for International Student Assessment (PISA), menunjukkan bahwa kemampuan membaca, matematika, dan sains peserta didik Indonesia masih perlu terus diperkuat.

Persoalan literasi pun belum sepenuhnya teratasi. Minat baca masyarakat masih relatif rendah, sementara Hari Buku Nasional kerap berlalu tanpa gaung yang cukup kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, membaca buku memiliki manfaat yang jauh melampaui sekadar memperoleh informasi. Membaca melatih kemampuan fokus, memperpanjang rentang perhatian, mengembangkan daya analisis, membangun kesabaran berpikir, serta meningkatkan kemampuan memahami persoalan secara lebih mendalam.

Kemampuan-kemampuan tersebut justru semakin penting di era digital, ketika perhatian manusia terus dibombardir oleh arus informasi singkat yang datang silih berganti dan menuntut respons serba cepat.

Baca Juga :  Menata Ulang Cara Pandang Industri Beras ke Industri Padi Bernilai Tambah

Mengelola Libur

Karena itu, perdebatan mengenai banyak atau sedikitnya hari libur seharusnya tidak berhenti pada jumlah tanggal merah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh pemangku kepentingan mengelola masa liburan agar tetap memiliki nilai pendidikan dan pembentukan karakter.

Negara, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, pengelolaan waktu luang tidak bisa dibebankan kepada keluarga semata, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.

Evaluasi terhadap pola libur sekolah layak dipertimbangkan secara serius. Cuti bersama yang berlaku bagi aparatur sipil negara atau sebagian pekerja tidak selalu harus diikuti dengan penghentian kegiatan belajar mengajar secara otomatis.

Ketika siswa kelas akhir menjalani ujian, kegiatan belajar untuk kelas lain sejatinya tetap dapat berlangsung apabila sistem pendukung pendidikan diperkuat. Penambahan tenaga administrasi, pengawas ujian, maupun pengaturan jadwal yang lebih efektif dapat membantu menjaga keberlangsungan proses belajar tanpa mengganggu pelaksanaan ujian.

Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk menyediakan ruang-ruang belajar yang murah bahkan gratis bagi anak-anak. Perpustakaan daerah dapat dihidupkan kembali sebagai pusat aktivitas literasi yang menarik, sementara taman kota dapat difungsikan sebagai ruang bermain sekaligus ruang belajar.

Lapangan olahraga, sanggar seni, rumah baca, balai warga, rumah kreasi, hingga komunitas belajar masyarakat dapat menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus mendidik selama masa liburan.

Dukungan terhadap kegiatan seperti pesantren kilat, kelas keterampilan, pemutaran film edukatif, dan program membaca bersama juga dapat membantu anak memanfaatkan waktu luang secara lebih produktif.

Tentu saja, liburan tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan anak. Mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat, bermain, menjelajahi minat, dan membangun kedekatan dengan keluarga.

Namun, liburan yang berkualitas bukanlah waktu yang kosong tanpa arah. Liburan yang berkualitas adalah waktu yang memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat, lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Cara sebuah bangsa mengelola waktu, lingkungan, dan kebiasaan generasi mudanya akan menentukan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya.

Karena itu, tantangan sesungguhnya bukanlah banyaknya hari libur, melainkan bagaimana menjadikan setiap waktu luang sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan yang lebih baik.

*) A Roni Kurniawan adalah praktisi pendidikan, trainer/educator di Yamjaya, dan pengembang Metode Edukasi Praktis berbasis Psikologi pada Rumah Belajar Bersama (Rbebe).

Sumber: Antara

Tags: Menyapa Nusantara
Previous Post

Pemkot Kotamobagu Berduka, Jamaah Haji Asal Mongkonai Wafat di Tanah Suci

Next Post

Polres Pohuwato Perketat Pengawasan Cegah Premanisme dan Kejahatan Jalanan

Related Posts

Tangkapan layar - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kiai Haji Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu (10/9/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Aditya Ramadhan
Menyapa Nusantara

Komitmen Presiden Prabowo: Sektor Kesehatan Harus Bebas dari Korupsi

Rabu 10 Juni 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Membawa Produk Kreatif Nusantara ke Kancah Internasional

Selasa 9 Juni 2026
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan April 2024 yang diikuti secara virtual di Jakarta, Rabu (24/4/2024). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak/aa.
Menyapa Nusantara

Gubernur BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Kuat

Selasa 9 Juni 2026
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid (tengah), dan Direktorat Jendral Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Fifi Aleyda Yahya (ketiga kanan), berpose bersama Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar (keempat kiri) dan jajaran Dewan Pengawas dan direksi ANTARA dalam Rakernas Perum LKBN ANTARA 2026 di Yogyakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nym
Menyapa Nusantara

Menkomdigi Tegaskan LKBN ANTARA Garda Terdepan Jaga Integritas Informasi

Senin 8 Juni 2026
Kepala Bakom Muhammad Qodari menyampaikan arahan saat acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 PERUM LKBN ANTARA, di Yogyakarta yang berlangsung Rabu-Jumat (3-5/6/2026). ANTARA/Rahid Putra Laksana
Menyapa Nusantara

Kepala Bakom RI Dorong ANTARA Perkuat Peran di Era Digital

Senin 8 Juni 2026
Presiden Republik Indonesia (kiri) Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis (kanan) Emmanuel Macron dalam pernyataan bersama di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis

Jumat 29 Mei 2026
Next Post
Tim URC melakukan patroli malam menyasar sejumlah titik rawan kriminalitas di Wilayah Pohuwato, Sabtu malam (30/05/2026) (Istimewa)

Polres Pohuwato Perketat Pengawasan Cegah Premanisme dan Kejahatan Jalanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan penyegaran birokrasi guna memperkuat kinerja pemerintahan dan pelayanan publik. Sebanyak 18 pejabat administrator resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, di Ruang Lupa Lelah Kantor Bupati, Jumat (12/6/2026) malam. (Foto Indra/Gopos)

    Bupati Ismet Mile Lantik 18 Pejabat Administrator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Gorontalo Harapkan Jurnalis Berintegritas Melalui Temu Jurnalis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Gorontalo Siap Perkuat Kolaborasi dengan SMSI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Besarkan PKB Kotamobagu, JDM Masuk Radar Calon DPR RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.