GOPOS.ID, GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Fauzia S. Masuara berhasil meraih medali perunggu dalam bidang Bahasa Indonesia pada ajang Olimpiade Sains dan Kesehatan Nasional (OSPENAS) 2026.
Kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut dilaksanakan secara daring dengan jadwal pendaftaran mulai 5 Maret hingga 16 April 2026, pelaksanaan lomba pada 17 Mei 2026 pukul 16.00–17.00 WITA, dan pengumuman pemenang pada 19 Mei 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fauzia maupun civitas akademika UNG. Saat diwawancarai mengenai pencapaiannya, Fauzia mengaku merasa sangat bersyukur atas hasil yang diraih. Ia menyebut keberhasilan membawa pulang medali perunggu di ajang nasional sebagai sebuah kehormatan besar. “Perasaan saya tentu sangat bersyukur, bangga, dan lega. Bisa meraih medali perunggu di ajang bergengsi seperti OSPENAS 2026 adalah sebuah kehormatan besar,” ujarnya.
Motivasi Fauzia dalam menekuni bidang Bahasa Indonesia berawal dari kecintaannya terhadap dunia literasi, penulisan, dan seni berbahasa. Baginya, Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan media kreatif yang dapat dituangkan melalui karya sastra, teater, maupun tulisan ilmiah. Selain itu, dorongan untuk membahagiakan orang tua, membawa nama baik kampus, serta membuktikan kemampuan diri di tingkat nasional menjadi semangat yang terus memotivasinya selama mengikuti kompetisi.
Di balik pencapaiannya, Fauzia juga menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Ia mengaku kesulitan terbesar terletak pada manajemen waktu dan menjaga fokus di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, organisasi, serta kegiatan lainnya. Tidak hanya itu, rasa gugup dan tekanan mental saat berhadapan dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah turut menjadi ujian yang harus dihadapinya dengan penuh ketenangan dan rasa percaya diri.
Prestasi yang diraih Fauzia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional. Fauzia sendiri berharap pencapaian ini tidak membuatnya cepat berpuas diri. Ia ingin terus mengembangkan kemampuan berbahasa dan menulis, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar melalui kontribusi aktif di dunia literasi dan kegiatan delegasi kampus. Dengan semangat dan dedikasi yang dimilikinya, Fauzia membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu membawa mahasiswa meraih prestasi membanggakan. (Laila/Mg-gopos)







